Davik Oktavian’s Weblog

Jejak Kekasih#02: Surabaya

January 18, 2010 · Leave a Comment

“Aku ga gelem duwek sing abang , ga payu mas’, aku maunya yang ijo aja mas, ujar mbah Riyem, pengemis didepan mesjid Ampel Surabaya manakala aku menyodorkan duit berwarna merah untuk sodaqoh dihari Assyura. ‘Lho mbah, duit ijo itu cuma sewu mbah, ini lebih bagus’, kata ku meyakinkan nya.  ‘Ndak pokok nya aku ga gelem, ndak payu itu’. Berdebat percuma, akhirnya kucari duit ribuan lain didompet, ternyata cuma ada empat lembar. Si mbah menerimanya dengan sukacita. Ada butiran bening disudut matanya. Doa nya panjang sekali untuk ku dan keluarga ku.

‘Aneh ya pa’, ujar Rara putri bungsu ku, sembari menuju masjid ampel yang terlihat sangat luarbiasa ramainya. Biasanya orang kan seneng banget kalo dikasih duit 100ribuan. Tapi koq si mbah ngga mau, bener bener aneh. Ga aneh juga sih dek, mungkin si mbah emang seumur umur emang belum pernah liat duit merah gitu. Jadi pas kita kasih, dia kira itu cuma duit mainan. Rara tetep tidak mengerti, dia cuma terus menggeleng gelengkan kepala nya hingga kami masuk masjid ampel peninggalan Sunan Ampel, salah satu dari 9 wali. Didalam Mesjid Ampel, suasana sangat syahdu. tak henti henti nya asma Allah disebut.

Mbah Riyem, hanyalah potret kecil dari wajah negeri ini yang sesungguhnya. Ke papahan yang menggelayut ditubuh renta, hingga tak mengenal nominal terbesar mata uang yang berlaku. yang dikenal cuma duit seribu. Karena hanya itu yang bisa diperoleh setiap hari nya. Terlalu berlebihan bila para pembesar berucap tingkat kemiskinan sudah hampir lenyap di negeri ini. Kita tidak tau seberapa sering mereka tanpa dikawal ajudan masuk kekampung kampung kumuh setelah masa kampanye berlalu.

Kini kita merindukan sosok Umar Bin Khatab, yang memanggul gandum dengan bahunya sendiri untuk diberikan kepada janda yang ditinggal syahid suaminya. Kita merindukan pemimpin yang tau persis akar permasalahan, yang tidak hanya melihat kulitnya saja lalu mengambil kesimpulan bahwa ada orang yang harus diselamatkan dan ada yang harus dibiarkan tenggelam dalam ke tidak berdayaan nya.

Duhai para pemimpin, tanggungjawab mu sungguhlah berat karena kaki kiri mu berada dineraka sedang kaki kanan mu ada di surga. Bila lalai alangkah perihnya azab Tuhan yang akan engkau panggul, karena engkau menyia nyiakan amanah yang ada dipundak mu. Semua orang berharap pada mu, dan disetiap doa kami memohon agar tuhan mengampuni mu agar rido Allah tercurah pada mu. Mati lah engkau dalam dekapan iman agar surga tempat kembali mu yang kekal.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Jejak Kekasih #01: Yogyakarta

January 10, 2010 · Leave a Comment

‘ Zaman sekarang, rezeki koq ya seperti ditangan manusia ya bu’, keluh Mas Jarwo sambil menggenjot beca yang kami tumpangi. ‘Lho, maksudnya mas? kan semua rezeki Gusti Allah yang ngatur, jawab istri ku sambil menikmati suasana pagi di kraton.’ Iya gitu bu”, sekarang urusan beca di yogya ini juga diatur atur, yang mangkal didepan Mesjid Besar (PanMaBes) Kauman ndak boleh ngambil penumpang di Beringharjo, begitu juga sebaliknya.’Lho bukannya bagus mas’,  lanjut istri ku lagi.Biar semua kebagian penumpang. ‘Bagus gimana tha bu’? lha wong sudah jelas, sekarang cari duit jadi makin susah, jawab Mas Jarwo sambil mengelap keringat dari keningnya. “Koq koyo ne petinggi petinggi iku gak seneng ndelok  rakyate ki urip, uenak,mapan. Senenge mites mites rakyate koyo tumo yo bu”  ujar mas jarwo melas.

Nanti setelah dari kraton kita kemana bu? tanya nya sopan. Mirota batik, jawab istriku. Bapak tunggu aja sebentar, nanti kita lanjut ke Wijilan njajal gudeg nya Yu Jum. ‘Waduh bu, kan tadi saya udah bilang ‘ kalo udah berenti di Mirota, saya ngga boleh bawa ibu dan bapak lagi untuk jalan jalan. ‘lho kenapa mas’? tanya istri ku. Kan tadi saya udah bilang beca PanMaBes ngga boleh ngambil penumpang di Malioboro ini. ‘Wah koq bisa ya mas’, ujar istri ku sambil mengeleng gelengkan kepalanya. ‘Bukan cuma itu bu, bentar lagi katanya untuk narik beca pun harus punya SIM. Surat Ijin Mbeca. What??

Aku yang sedari mendengar pembicaraan Mas Jarwo dengan istri ku, cuma bisa mengernyitkan kening. Ngga enak banget ternyata jadi wong cilik. Cari makan untuk sehari pun dibatas batasin. Aturan pun terkadang ngga bisa diterima logika. Tapi itulah kenyataan hidup dizaman susah seperti sekarang ini. Fakir akan berteman dekat dengan kafir. Gimana tidak, Mas Jarwo pun sudah punya pemikiran kalo rezeki itu seperti datang dari manusia, bukan dari Tuhan. bayangkan kalo sebegitu banyak orang fakir dinegeri ini, maka akan berapa banyak yang akan punya fikiran layaknya seorang kafir? menyedihkan.

Sejatinya, perasaan ‘kekurangan’ bukanlah hanya dominasi wong cilik. Hampir disemua lapisan bahkan. Lha para koruptor itu sesungguhnya adalah orang yang hidup serba kecukupan koq, ga sesulit hidupnya mas jarwo. Lha para Penegak Hukum yang melacurkan diri  hingga menjadi terhukum, sesungguhnya hidup berkecukupan koq, ga sesulit hidupnya mas jarwo. Lha para petinggi yang pinter pinter namun masih suka kasak kusuk sama mafia hukum & jabatan, sesungguhnya hidup berkecukupan koq, ga sesulit hidupnya mas jarwo.

Lalu, sesungguhnya apa ya yang kita cari dalam hidup ini?

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Si Uda, Ternyata Master of Marketing..

December 23, 2009 · 3 Comments

Pasar Tanah Merah, Narogong, Bekasi.

Seumur umur baru kali ini saya lihat orang rela ngantri hanya untuk beli bumbu dapur. Aneh memang. Hanya karena tertarik pengen tau apa rahasia nya, makanya minggu kemarin, iseng saya nemenin istri belanja dipasar tradisional itu. Dan betul saja, sudah 30 menit berdiri belum juga kami dilayani. ‘Ini belum seberapa Pa’, ujar istri ku. ‘Kalo menjelang lebaran, orang yang ngantri persis orang mau ngantri zakat’. ‘Dari subuh, ibu ibu sudah antri hanya untuk mendapatkan bumbu opor, rendang atau malbi’. ‘Panjang antrian nya pun bisa puluhan meter’, jelas istri ku. Dahsyat.

Lelaki asal Padang Pariaman, yang dipanggil si Uda itu, kulihat sigap sekali membungkusi pesanan bumbu dari para penggemar nya, ibu ibu. Sesekali dia menyeka keringat nya dengan handuk putih yang tergantung dilehernya, namun istimewanya senyum nya selalu mengembang melayani permintaan.

‘ Ayam nya berapa kilo Bu? tanya si uda pada istri ku. 2 kilo da, jawab istri ku. Kampung atau potong? lanjut nya lagi. ‘koq banyak tanya sih Da”, ujar istri ku agak tak sabar. ‘ Bukan gitu bu, takaran bumbu harus pas. Saya ngga mau jual bumbu kalau tidak tau berapa banyak yang akan dimasak. Nanti kalau nggak enak, saya yang di komplein, jawab si uda. Terus kalo ternyata tetep ngga enak gimana da? pancing istriku. Jangan khawatir bu, bawa kesini masakan nya, saya ganti semua termasuk ayam dan bumbu nya, jawab nya dengan yakin. Beli bumbu di tempat saya ada garansi nya Bu lanjut si uda lagi. Yes! ini dia kunci rahasia nya pikir ku. sebelum menjual si uda sudah bertindak sebagai advisor dan garansi dijamin enak,  membuat pembeli nya yakin untuk selalu kembali lagi untuk melakukan repurchase.

Mall Kelapa Gading.

Beberapa operator telekomunikasi yang menawarkan GSM, CDMA dan Akses Broadband sedang ikut pameran. Sales promotion girl nya terlihat sangat good looking. Harum, cantik, tinggi 170 cm, rok pendek, selalu menebar senyum basa basi agar pengunjung tertarik untuk datang ke stand mereka. Sayang nya, yang saya lihat, mereka membagi bagikan leaflet layak nya robot Jepang, tanpa ekspresi. Tidak ada interaksi dengan pengunjung. ’Sudah berapa banyak yang beli hari ini mbak? tanya ku iseng. ‘yang cuma tanya tanya sih banyak pak, tapi kalo yang beli baru 5, jawabnya. ‘Oh, pantes , pikir ku’.

Rubrik pembaca, Media Cetak Nasional.

‘Saya merasa tertipu, ternyata tarif yang ditawarkan di pameran itu ternyata hanya harga promosi, berlaku nya hanya beberapa saat saja, tau gitu kan saya bisa cari provider lain’, tulis seorang bapak di rubrik pembaca. ‘Betul sih, di leaflet nya ada tertulis, tapi siapa yang jeli melihat bahasa promosi dengan bintang kecil diatas nya’? Sewaktu mau transaksi pun, SPG nya tidak pernah bilang tuh kalo itu hanya tarif sesaat. Saya sungguh kecewa, tulis nya lagi.

Lesson learn:

Dari kasus diatas terlihat bahwa pelanggan akan happy berbisnis dengan kita selama ada nya transparansi dari penyedia jasa khususnya berkenaan dengan hal yang sangat sensisitf yaitu tarif . Sedang kedekatan dengan pelanggan melalui interaksi dua arah dan konsultatif sesuai kebutuhan pelanggan serta ada nya jaminan aftersales akan menjadi  kompetitive advantage dari penyedia jasa.

Bagaimana menurut anda?

→ 3 CommentsCategories: Bizz Corner

Si Endut naik Haji..

November 16, 2009 · 4 Comments

Flexi ku bergetar, ada sms masuk. ‘ Bang, insya allah minggu depan saya dan istri akan berangkat menunaikan ibadah haji, mohon doa nya ya bang’, begitu isi pesan singkat itu.

CIMG0805Hah, si Endut naik haji? tanya ku dalam hati, seolah tak percaya. Aku masih sedikit ragu, benar kah itu nomor GSM si Endut, sahabat ku semasa kecil dulu. Si Endut (kami selalu memanggil nya seperti itu karena beratnya lewat 1 kwintal) terkenal luarbiasa kebadungan nya. Hampir segala jenis minuman keras dari cap Topi miring sampai Chivas Regal telah ia teguk. Obat obatan mulai dari obat anjing gila hingga inex udah semua ditelan, bahkan konon kabarnya dari jarak 10 meter pun dia tau KW berapa bau asap gelek yang berhasil diendusnya. Tapi anehnya, semua kebiasaan buruknya itu tidak sedikitpun bisa menggerus berat badannya.

‘Assalamualaikum’, suara berat nya diujung telpon, ketika menjawab telpon ku yang penuh dengan rasa penasaran. “Beneran nih ndut sms elhu, mau naik haji?’. Kenapa, ngga percaya ya bang? jawabnya. ‘Bukan cuma elhu bang yang ngga percaya. nyokap gue pun sampe sekarang masih ngga habis pikir, anak hilang nya sudah kembali lagi’, lanjutnya lagi. Koq bisa si ndut, elhu berubah sehebat itu, gimana ceritanya? tanya ku penasaran. ‘Ah, ntar kalo gue cerita elhu juga ga bakalan percaya’, jawabnya membuat ku makin penasaran.

Sekali waktu, sepulang dugem ngga sengaja aku dengar kuliah subuh di radio mobil ku, ujarnya memulai cerita. ‘Bila maut menjemput, apa yang hendak engkau banggakan dihadapan tuhan mu? ceramah pak ustadz diradio. harta mu? keturunan mu? pangkat mu? tak satupun dari itu yang akan engkau bawa duhai pemirsa radio. Hanya amalan mu lah yang akan menemani gelap nya kubur mu. ‘Bergetar aku bang, tersentak aku dari kesetengah sadaran ku efek dari drug yang baru ketelan. Berkeringat aku bang. Rasanya tak ada amalan baik selama ini dalam hidupku. ‘Namun jangan berputus asa dari rakhmat Tuhan mu, lanjut pak ustadz memotivasi. Inilah kesempatan kita untuk berbenah diri, selagi masih ada waktu, pungkas pak ustadz dalam siaran kuliah subuhnya.

Sejak itu, aku bertekad bang, untuk merubah kebiasan buruk ku. Tak mudah memang. Apalagi disaat bisnis mulai sepi, CIMG0441stress memuncak, godaan teman untuk mencoba seteguk Baccardi atau secawan margarita adalah tantangan yang sulit untuk ku lawan. Tapi manakala aku ingat suara ustadz di radio itu ‘ apa yang akan engkau banggakan dihadapan Tuhan mu?’, segera kutinggalkan mereka, meski hampir semua mengolok olok ku, cerita nya lagi.

‘Wah, sungguh beruntung engkau Ndut’, puji ku tulus. Allah telah mengurai satu persatu hijab mu, hidayah Allah telah diberikan pada mu. ‘ Jujur aku sangat takut akan azab Allah untuk ku, namun aku pasrah’ , karena aku sangat yakin bahwa kasih Allah jauh lebih besar ketimbang dosa ku yang berjuta bagai buih lautan, lanjutnya lagi bak ustadz sejuta umat.

Aku yang mendengarkan ceritanya lewat telpon, sungguh tak dapat menahan haru ku. Sungguh maha besar Allah, Ia memilih siapa saja yang hendak Ia beri petunjuk, dan Ia menghinakan siapa saja yang hendak Ia hinakan. ‘Selamat jalan ya Ndut’, ujarku terbata. Tak ada balasan bagi Haji yang mabrur kecuali syurga, maka gapai dan genggamlah itu ndut, doa ku sebelum menutup flexi ku.

→ 4 CommentsCategories: Perenungan

Juru damai..

November 11, 2009 · 3 Comments

Bila anda memiliki 2 orang anak dan mereka sedang berselisih pendapat, apa yang akan anda lakukan selaku orang tua?

a. Membiarkan saja, tho sebentar lagi juga mereka akan rukun kembali

b. Memihak kesalah satu anak

c. Meminta bantuan orang lain untuk mendamaikan nya.

d. Mencarikan solusi yang bisa diterima kedua anak.

Bila anda menjawab A, resiko yang akan anda ambil sangat besar. Bukan tidak mungkin perkiraan anda bahwa kedua anak tadi sudah berpikir dewasa adalah salah total. Akibatnya, kedua anak anda akan terjebak dengan permasalahan yang tak kunjung selesai. Puncak nya bukan tidak mungkin akan terjadi mereka berdua menjadi tidak saling bertegur sapa.

Bila jawaban anda B, tega nya anda !. Bukankah mereka berdua adalah buah hati anda sendiri. Memihak kesalah satu anak tentu akan menyakitkan hati anak anda yang lain. Tidak seharusnya membela si sulung karena wibawa nya dihadapan si adik harus selalu dijaga, atau mati matian membela si bungsu karena ia harus selalu dilindungi. Berpihak kepada salah satu anak menandakan anda selaku orang tua tidak cukup arif dalam mensolusikan konflik anak anak anda.

Bila jawaban anda C, ini menunjukan betapa suara anda sudah tidak dominan lagi untuk didengar meski dari anak anak anda sendiri. Menyedihkan!. Dengan menunjuk orang lain sebagai penengah belum tentu bisa diterima oleh kedua anak anda. Bukan tidak mungkin malah akan menimbulkan problem baru. Karena netralitas pihak ketiga masih patut untuk dipertanyakan.

Bila jawaban anda D, selamat ! andalah orang tua yang selalu dirindukan anak anak anda, yang mengerti persis apa yang menjadi tanggung jawab anda selaku orang tua. Kehadiran anda selalu dinantikan dan suara anda akan selalu didengar, karena anda adalah orang tua sejati bagi ke dua anak anda.

Lalu kira kira untuk kasus Bibid-Chandra, presiden selaku orang tua pilih jawaban apa ya? :)

→ 3 CommentsCategories: Uncategorized

Berani Belajar..

August 28, 2009 · 6 Comments

‘ Ma…Mama…sini Ma, liat nih si Rara, dia udah batal puasa nya’, teriak bang Farras dari dapur. ‘ Kan tadi udah adzan, bang?’ jawab Rara merasa tak bersalah. ‘ Iye, itu sih adzan dzuhur dek’, balas si abang. ‘Tapi semalem waktu sahur, mama bilang, aku udah boleh minum kalo udah denger adzan’. ‘Lha tadi kan barusan adzan’, maka nya aku minum. ‘Kamu mau bang, es cendol nya enak banget lho’? goda Rara sambil tersenyum.

‘Ma.., liat tuh ma, dia ngiming ngimingin aku ma’. ‘Kalo batal ya batal aja dek, jangan ngeganggu orang yang mau puasa, dosa kamu dek’, geram farras. “Aku kan cuma nawarin doang bang, kalo ngga mau ya Alhamdulillah’, itu artinya iman abang udah mulai oke punya, lanjutnya lagi sambil  nyeruput es cendol Elisabeth kesukaan nya.

“Adek mu kan belum genap 7 tahun Ras, jadi udah bisa tahan sampe azan dzuhur pun udah bagus tuh’, jelas si mama ke Farras yang masih kelihatan gondok. ‘ Namanya juga belajar puasa, pasti berat buat adek mu kalo mau langsung sampe magrib’. Harus bertahap. Farras juga  sanggup puasa sampe magrib baru mulai kelas 4 kan? lanjut mama memberikan pengertian. ‘ Iya sih ma, aku tadi cuma sebel aja koq, panas panas gini digodain pake cendol yang dingin, kaya nya gimana gitu’, lanjut farras lagi.

Aku yang cuma memperhatikan pasukan ku dari ruang tamu, cuma senyum senyum aja. Senyum karena inget temen temen ku dikantor yang dikerahkan semua untuk jadi sales force. Padahal ngga semua karyawan yang diturunkan itu punya pengalaman di unit sales. Pernah sekali waktu saat mendampingi mereka mbuka Open table, masih ada yang malu malu bicara ke pelanggan, ‘masih ngga pede pak’, ketika kutanya mengapa. ‘ Ngga apa apa, nama nya juga masih belajar ya’, kata ku membesarkan hati nya.

Belajar emang butuh proses, cepat atau lambat mahirnya itu semua bergantung pada kesungguhan. Semakin kita berani untuk membuka hati dan membuka pikiran semakin cepat pula kurva belajar bisa dilalui. Yang perlu disadari adalah kita sebagai makhluk tuhan paling sempurna punya kemampuan yang sangat luar biasa untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.  Namun sayangnya kita terlalu sering merendahkan diri sendiri dengan menjudge bahwa kita tidak bisa atau kita tidak mampu melakukan nya. Walhasil, kita akhirnya tidak akan mampu melakukannya.

Jangan pernah menyerah, adalah kunci dari segala kunci. Bukankah kali pertama Rasulullah  disapa Allah melalui Jibril juga dengan kalimat ‘Iqra’, bacalah. Dan sebagai manusia biasa, spontan beliau pun menjawab’ aku tidak bisa membaca’. Setelah dilakukan berulang, barulah Rasul bisa mengikuti apa yang diucapkan Jibril meski dengan keringat yang bercucuran.

Siapa yang enggan belajar pastilah cakrawala dunia nya hanya sebatas jendela rumah nya saja namun bagi yang haus akan ilmu dan hal yang baru maka  langitlah batasnya. Jadi jangan bersedih hati bila tersandung sandung diawalnya, bukankah jarak yang bermil mil jauhnya harus diawali dengan satu langkah? So, keep your spirit guys..

→ 6 CommentsCategories: Uncategorized

Marhaban ya Ramadhan

August 20, 2009 · 2 Comments

‘ Wah asyik nih pa, besok lusa kita udah mulai shaum Ramadhan”, ujar Farras pagi tadi sembari sarapan. “Koq asyik sih dek?” pancing ku. ‘Lha iya lah pa, kan setiap muslim harus bergembira kalo bisa bertemu ramadhan’, lanjut nya lagi bak ustadz kawakan. Kata siapa itu dek? tanya ku lagi. ‘Iya dari guru ngaji ku lah pa’. ‘Hebat kamu dek, gak sia sia jadi siswa Al Azhar, puji ku tulus. Farras, anak pak haji gitu lho, tawanya sambil menepuk dada.

‘ Oh iya Pa, tahun lalu papa buka puasa dirumah cuma 6 kali lho, tahun ini harus lebih banyak pa. Kalo ngga, ntar papa termasuk orang merugi lho, karena tidak bisa lebih baik dari ramadhan yang lalu, itu yang ngomong pak ustadz jenggotan lho pa”, celotehnya lagi. Aku tersenyum.

‘Terus apa yang paling kami suka kalo bertemu dengan Ramadhan dek’? pancing ku. ‘Iya banyak pa’, jawab nya asal. misalnya? tanya ku lagi. Kalo Ramadhan sekolah banyak libur nya, itu yang paling aku suka. Terus,  karena libur sekolah, aku bisa nge Net setiap saat. Terus, mama lebih kreatif nyiapin menu buka puasa. Terus, sebulan penuh kita bisa makan sahur bersama. Terus, menjelang lebaran aku bisa dapet baju dan sepatu baru. Terus, kalo puasa tamat, papa kan biasa nya ngasih THR, lanjutnya lagi sambil melirik ku penuh harap.

‘Lha terus tarawih, iktikaf, dzikir dan ngaji nya gimana dek’? ‘Nah itu dia masalah nya pa’, aku kan ngga kuat duduk berlama lama di mesjid terus aku itu kan ngantuk’an pa. Masa pak ustadz nya ngasih ceramah, aku nya ngorok, kan bisa ngeganggu orang lain pa. Bulan puasa ngeganggu orang lain kan dosa nya besar pa, maka nya aku pilih sholat nya di rumah aja ya pa, ujar nya beralasan.

Iya,  Ramadhan akan segera menjelang. Semua muslim menyambutnya penuh keriangan. Alangkah senang nya diberi kesempatan lagi oleh Allah untuk berbenah dan bermuhasabah, sebelum maut datang menjemput. Gembiranya hati ini dimana berjumpa lagi dengan bulan dimana Allah akan membuka pintu rakhmat, dan menjanjikan ampunan bagi hamba hamba nya yang bermohon. Alangkah beruntung nya kita yang masih diberi kesempatan.

Tak ada manusia yang sempurna, iman pun bagai gelombang terkadang pasang terkadang surut. Sebelas bulan dari Ramadhan yang lalu, banyak janji yang tak bisa sepenuh nya ditepati, sungguh sedih kenapa wanginya duniawi yang selalu diikuti. Rabb, ampuni aku yang lalai dan tengah merugi. Izinkan aku berlindung dalam jubah keagungan mu, janganlah engkau palingkan wajah Mu dari ku, meski aku tau tak sebesar debu pun arti diri ini dihadapan Mu.

‘Selamat menunaikan ibadah Ramadhan, mohon maaf lahir bathin”

→ 2 CommentsCategories: Religi

Restrukturisasi #2

August 17, 2009 · 8 Comments

Sekolah sudah berjalan 1 bulan, namun Rara, putri bungsu ku terlihat kurang begitu semangat bila hendak pergi sekolah. Biasanya sejak pagi dia terlihat begitu heboh, bangun pagi, buru buru mandi dan sarapan,  siap untuk berangkat sekolah bersama abang abang nya. Tapi sejak naik ke kelas 2 semua berubah, bila di kelas 1 masuk sekolah jam 7 pagi kini jam masuk sekolah berubah menjadi jam 11 dan pulang pukul 14.00.

‘Males banget aku sekolah Pa’, keluh nya tadi malam, capek banget rasanya. Lho, emang kenapa sih dek?tanya ku. Di kelas aku ngantuk pa, selama inikan kalo siang aku udah bisa leyeh leyeh dikamar sembari baca komik spongebob. Nah, sekarang aku mesti berjuang agar ngga ketiduran dikelas pa, lanjutnya lagi.

Berubah emang sulit, dalam segala hal, semua butuh waktu untuk penyesuaian dengan kondisi dan lingkungan yang baru. Itu mengapa Michael Hammer selalu wanti wanti kepada perusahaan yang ingin melakukan Perubahaan yang sangat fundamental terhadap proses bisnis nya agar  selalu menjaga komunikasi yang intens dilingkungan top manajemen dengan para pekerja. 

Semua karyawan harus tersosialisasi dengan baik kenapa Top management melakukan perubahan yang sangat fundamental, apa tujuan serta  harapan nya bagi kemajuan organiasasi dimasa mendatang. Semua harus disampaikan tanpa perlu ada yang ditutup tutupi. Namun sialnya, tidak banyak pimpinan perusahaan yang secara terbuka membicarakan perubahan ini secara gamblang ke semua karyawan. Walhasil, Gosip dan isu akan menjadi menu sarapan pagi yang paling hangat setiap harinya.

Betul, reengineering akan merubah segalanya,termasuk  stuktur organisasi pun yang harus disesuaikan dengan perubahan stragey dan focus bisnis perusahaan kedepan. Efeknya, banyak perusahaan akhirnya mengambil jalan pintas dengan cara melakukan downsizing, pengurangan karyawan secara besar besaran. Itu mengapa diawal perencanaan tidak banyak lingkungan internal yang dilibatkan karena ada ke khawatiran akan terjadi demotivasi karyawan terutama departemen yang kemungkinan akibat reenginerring ini akan terlikuidasi.

Sebelum rencana besar tersebut diimplementasikan disarankan agar membentuk change agent yang dapat mengkomunikasikan rencana perusahaan ke lingkungan karyawan. Pemilihan change agent sendiri bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan. Ini mengingat para change agent yang dipilih harus paham betul goal dari perubahaan ini. Selain itu kemampuan komunikasi yang baik adalah suatu keharusan yang wajib dimiliki. Para Change agent inilah yang diharapkan akan mampu menjembatani antara kepentingan perusahaan juga kepentingan karyawan secara keseluruhan.

Michael Hammer menyebutkan dari beberapa perusahaan yang melakukan reengineering memang akan membuat performance perusahaan akan meningkat secara luarbiasa, namun juga disebutkan tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan. Hal pokok yang menyebabkan kegagalan diantaranya adalah ketidak siapan semua komponen untuk menghadapi perubahan.

Pa, koq melamun sih ! teriak Rara, membuyarkan pikiran ku. Katanya kantor papa sekarang udah pindah, makin jauh dan makin macet. Udah jam segini koq belum berangkat juga, ntar terlambat lho, ingat nya lagi.

Wah, ternyata merubah kebiasan jam berangkat ke kantor aja juga repot ya.. :)

→ 8 CommentsCategories: Uncategorized

Restrukturisasi

June 25, 2009 · 2 Comments

Kemarin sore pintu ruangan ku diketuk, pintu dibuka dan surprise, Ronny sahabat ku semasa di SMA tiba tiba sudah melangkah berdiri dihadanpan ku sambil menjabat tangan ku erat. ‘ sorry nih vik, ngeganggu nggak gue, datang tanpa nelpon dulu’ ujarnya berbasa basi. ‘ Wah justru sebalik nya, surpise banget gue, didatengin ama GM perusahaan Multinasional, jawab ku tulus. ‘ Tumben, ada angin apa nih yang membawa bapak GM bertandang ke kantor ku’? ‘ Gue lagi butek nih, pusing’. ‘wualah, kamu itu Ron, gaji pake dollar aja koq bisa bisa nya pusing’,canda ku. Apalagi kaya sekarang dollar udah mulai naek lagi, makin tajir dong elhu, goda ku lagi.

Nah itu dia masalah nya, kenikmatan itu akan segera berakhir Vik, ujar nya serius. ‘Maksud lho, ente di pecat gitu’?  tanya ku asal. ‘Boleh dibilang begitu’. ‘Ah yang bener, jangan becanda lhu, masa iya master jebolan Aussie mau dibuang percuma ama perusahaan mu’. ‘Beneran’, ujar Ronny semakin serius. Headquater gue di Hongkong bilang mulai bulan depan divisi gue mau di tutup. ‘Sakit hati gue, vik’. Elhu kan tau, Gue kerja disitu sejak divisi itu baru mulai dibangun, belasan tahun gue kerja sampe jadi GM coba, eh pas ngambil keputusan sepenting itu gue ngga dilibatin sama sekali, cerita Ronny terlihat sangat emosi. ‘Bener sih gue bukan pemilik perusahaan, tapi kan gue punya ratusan staff yang jadi tanggung jawab gue’. Gimana aku harus jelasin ke staff ku coba, kalo aku sendiri baru ngerti sekarang, lanjut Ronny lagi.

Koq Divisi lhu sampe di tutup sih Ron, apa udah mulai merugi? tanya ku penasaran. Sebetulnya rugi sih ngga, tapi emang omzet 2 tahun ini mulai menurun. Kompetitor ku udah mulai dumping, banting harga. Apalagi ditambah krisis global seperti sekarang, raw material nya sebagian besar masih impor, beli pake dollar terima duit pake rupiah, rugi kurs gue, lanjutnya lagi. ‘Sayang banget kan Ron, produk elhu kan brand nya udah bagus tuh, koq mau dihapus dari fortopolio? tanya ku lagi. ‘Ngga sampe segitu sih, tapi fabrikasi nya aja yang ditutup, produksinya di sentralisasi ke negeri tetangga, biar lebih efisien kata CEO ku.

Lha terus pasukan mu dikemanain? tanya ku penasaran. Itu dia yang bikin gue nyut nyutan. Sebagian masih bisa ditampung di divisi yang laen, tapi sebagian lagi aku denger kabar mau di lay off. ‘ Gila kan Vik, ada rencana sebesar itu sampe pake acara lay off, aku sama sekali ngga tau. Coba, kalo staff ku nanti pada demo, toh akhirnya aku juga yang harus ngadepin nya, belum lagi kalo sampe dipanggil sama Depnaker toh aku juga nanti yang harus ngejelasin. Mereka yang di Hongkong sana mana mau ambil pusing, mereka pikir cuma dengan pesangon semua orang bisa diem, edan tenan, gusar Ronny. ‘ Masa sih Ron, Headquater mu ujuk ujuk buat keputusan gitu? apa ngga ada woro woro dulu sebelumnya? tanya ku pengen tau. ‘Ada sih, tapi kaya yang ngga serius gitu lho, isue nya cuma samar samar 6 bulan yang lalu. Tapi karena ngga ada pembicaraan yang intens kami pikir itu cuma sekedar kabar burung, eh tau nya jadi beneran. ‘Mati aku!’, ujar Ronny sambil memukul jidat nya yang udah semakin melebar.

Terus apa rencana mu? tanya ku. Belum tau nih Vik, gue sendiri sih dijanjiin akan dipindahin ke divisi lain, tapi kalo ngeliat pengalaman buruk seperti ini, kaya nya aku mau mikir mikir dulu deh. Ngga enak banget rasanya kalo kita ngga dianggep, ujar nya kesal.

Aku denger Kantor mu mau restrukturisasi juga ya? tanya Ronny. Tapi enaklah ya kalian, BUMN kan ngga sekejam di swasta kaya kami. ” Pasti ngga ada lay off kan? dan aku juga yakin pasti boss kalian udah menginformasikan hal ini ke semua pegawai kan dari jauh jauh hari kan? terus aku juga yakin kalo pun ada golden shake hand pun pasti rupiah nya yahud kan? tanya Ronny memberondong.

Aku cuma tersenyum, senyum berjuta arti, andaikan….

→ 2 CommentsCategories: Bizz Corner

Di komplain? kenapa takut..

June 12, 2009 · 2 Comments

‘Sebenernya acara ini untuk apa sih pak? tanya Alfrin pemilik 9 restoran terkenal di Jakarta, pada saat berbincang dengan saya diacara customer gathering kemarin siang. ‘Kami pengen dapet feedback pelayanan kami dari para customer, apa adanya,’ jawab ku, agar kami bisa meningkatkan service kami lagi. ‘Masa’ sih pak? tanya nya lagi seolah tak percaya. ‘Beneran koq, ga ada maksud lain jawab ku tegas.  ’Wah hebat bener Telkom ya pak, kan Telkom perusahaan besar tapi koq mau mau nya nyediaan lunch dan sport bersama customer nya cuma untuk ndenger komplain kami. ‘Iya gitu deh, tanpa bapak bagaimana kami bisa besar’ jawab ku tulus.

‘Wah andai RS Omni International juga sehebat Telkom dalam menampung komplain pelanggan, rasanya kasus Prita kemarin tidak perlu terjadi ya pak’? sayang sekali karena emosi yang berlebihan, niat mereka untuk memperbaiki citra malah efek yang didapet justru kebalikan nya. Terus, apa Telkom nggak punya pengalaman di komplain pelanggan lewat media pak? tanya nya sedikit penasaran. “iya ada lah, tapi kami selalu berbesar hati menanggapinya’. ‘Bahkan kami menyediakan customer service 24 jam untuk menampung keluhan pelanggan. Media elektronik seperti email dan web pun siap menerima komplain paling keras sekalipun. Namun tak jarang, ada juga pelanggan yang menulis di surat pembaca di milist internet ataupun di koran terang ku lagi.

‘Terus apa Telkom ngga niat memperkarakan customer yang ngedumel di koran ya pak?’ pancing Alfrin. Aku tertawa. ‘Iya mana mungkinlah, lha wong kami semua gajian dari mereka koq’.  ‘Kalo semua pelanggan dimasukin ke penjara terus siapa yang akan pake telpon ku’, canda ku lagi.

‘Tapi bener lho pak, sekarang kan persaingan di segala bisnis sudah edan edanan. operator telpon aja ada belasan, setiap saat pelanggan bisa beralih, beli stater pack aja sekarang udah di emper, ceban udah bisa dapet, ngga kaya’ dulu lanjut Alfrin. ‘Sewaktu saya sekolah di Amerika dulu, hampir tiap outlet di mall menawarkan money back guarantee. Terkadang kita belanja kan karena impulse buying aja, sesampai dirumah baru nyesel ternyata sebetul nya kita ga butuh butuh amat dengan itu barang. Kalo kejadian nya gitu,  kita tinggal bawa itu barang dengan struk nya tentu dan katakan ’sorry I change my mind’, yakinlah frontliner nya tanpa terlalu banyak tanya akan mengembalikan uang kita, tanpa dipotong 1 sen pun, cerita Alfrin lagi. Direstoran juga gitu Pak Davik, kalo kita merasa makanan yang kita pesan terlalu asin misalnya, pelayan akan mengganti dengan yang baru tanpa harus bayar yang telanjur dimakan, lanjutnya lagi.

Hak pelanggan memang sangat dihormati dan dihargai ya disana frin? tanya ku. ‘Bener pak, saya kagum sekali’ jawab Alfrin sembari menyeruput capucinno nya. Btw, balik ke kasus Prita pak, ini seandainya bapak jadi dirut nya RS OMNI itu pak, kira kira Pak Davik mau ngambil tindakan apa dengan kondisi saat ini? tanya Alfrin meminta opini ku. ‘Wah nguji nih? canda ku. ‘Beneran pak, saya pengen tau aja’, jawab nya lagi. Kondisi saat ini kan ‘nasi sudah menjadi bubur Frin. Tinggal sekarang mau ngga bubur yang ada sekarnag bisa kita sulap jadi bubur ayam yang mak nyus, jawab ku. Maksud nya? tanya Alfrin tak mengerti. Recovery service kuncinya, jawab ku mantap. Buang jauh semua ego, hapus semua emosi, minta maaf ke Prita. Jadikan dia menjadi pimpinan board of customer, beri fasilitas berobat gratis seumur hidup. Dan yang paling utama tentu adalah jadikan kasus ini menjadi titik balik untuk meningkatkan semangat pelayanan di RS itu jawab ku mantap. Andai saya komisaris nya besok pagi akan saya angkat bapak jadi dirut nya, tawa Alfrin lepas. 

Dari kejauhan sayup sayup terdengar Ari Lasso bersenandung ‘ sentuhlah dia tepat dihati nya, dia kan jadi milik mu selamanya…”

→ 2 CommentsCategories: Bizz Corner