Davik Oktavian’s Weblog

Si Endut naik Haji..

November 16, 2009 · 1 Comment

Flexi ku bergetar, ada sms masuk. ‘ Bang, insya allah minggu depan saya dan istri akan berangkat menunaikan ibadah haji, mohon doa nya ya bang’, begitu isi pesan singkat itu.

CIMG0805Hah, si Endut naik haji? tanya ku dalam hati, seolah tak percaya. Aku masih sedikit ragu, benar kah itu nomor GSM si Endut, sahabat ku semasa kecil dulu. Si Endut (kami selalu memanggil nya seperti itu karena beratnya lewat 1 kwintal) terkenal luarbiasa kebadungan nya. Hampir segala jenis minuman keras dari cap Topi miring sampai Chivas Regal telah ia teguk. Obat obatan mulai dari obat anjing gila hingga inex udah semua ditelan, bahkan konon kabarnya dari jarak 10 meter pun dia tau KW berapa bau asap gelek yang berhasil diendusnya. Tapi anehnya, semua kebiasaan buruknya itu tidak sedikitpun bisa menggerus berat badannya.

‘Assalamualaikum’, suara berat nya diujung telpon, ketika menjawab telpon ku yang penuh dengan rasa penasaran. “Beneran nih ndut sms elhu, mau naik haji?’. Kenapa, ngga percaya ya bang? jawabnya. ‘Bukan cuma elhu bang yang ngga percaya. nyokap gue pun sampe sekarang masih ngga habis pikir, anak hilang nya sudah kembali lagi’, lanjutnya lagi. Koq bisa si ndut, elhu berubah sehebat itu, gimana ceritanya? tanya ku penasaran. ‘Ah, ntar kalo gue cerita elhu juga ga bakalan percaya’, jawabnya membuat ku makin penasaran.

Sekali waktu, sepulang dugem ngga sengaja aku dengar kuliah subuh di radio mobil ku, ujarnya memulai cerita. ‘Bila maut menjemput, apa yang hendak engkau banggakan dihadapan tuhan mu? ceramah pak ustadz diradio. harta mu? keturunan mu? pangkat mu? tak satupun dari itu yang akan engkau bawa duhai pemirsa radio. Hanya amalan mu lah yang akan menemani gelap nya kubur mu. ‘Bergetar aku bang, tersentak aku dari kesetengah sadaran ku efek dari drug yang baru ketelan. Berkeringat aku bang. Rasanya tak ada amalan baik selama ini dalam hidupku. ‘Namun jangan berputus asa dari rakhmat Tuhan mu, lanjut pak ustadz memotivasi. Inilah kesempatan kita untuk berbenah diri, selagi masih ada waktu, pungkas pak ustadz dalam siaran kuliah subuhnya.

Sejak itu, aku bertekad bang, untuk merubah kebiasan buruk ku. Tak mudah memang. Apalagi disaat bisnis mulai sepi, CIMG0441stress memuncak, godaan teman untuk mencoba seteguk Baccardi atau secawan margarita adalah tantangan yang sulit untuk ku lawan. Tapi manakala aku ingat suara ustadz di radio itu ‘ apa yang akan engkau banggakan dihadapan Tuhan mu?’, segera kutinggalkan mereka, meski hampir semua mengolok olok ku, cerita nya lagi.

‘Wah, sungguh beruntung engkau Ndut’, puji ku tulus. Allah telah mengurai satu persatu hijab mu, hidayah Allah telah diberikan pada mu. ‘ Jujur aku sangat takut akan azab Allah untuk ku, namun aku pasrah’ , karena aku sangat yakin bahwa kasih Allah jauh lebih besar ketimbang dosa ku yang berjuta bagai buih lautan, lanjutnya lagi bak ustadz sejuta umat.

Aku yang mendengarkan ceritanya lewat telpon, sungguh tak dapat menahan haru ku. Sungguh maha besar Allah, Ia memilih siapa saja yang hendak Ia beri petunjuk, dan Ia menghinakan siapa saja yang hendak Ia hinakan. ‘Selamat jalan ya Ndut’, ujarku terbata. Tak ada balasan bagi Haji yang mabrur kecuali syurga, maka gapai dan genggamlah itu ndut, doa ku sebelum menutup flexi ku.

→ 1 CommentCategories: Perenungan

Juru damai..

November 11, 2009 · 2 Comments

Bila anda memiliki 2 orang anak dan mereka sedang berselisih pendapat, apa yang akan anda lakukan selaku orang tua?

a. Membiarkan saja, tho sebentar lagi juga mereka akan rukun kembali

b. Memihak kesalah satu anak

c. Meminta bantuan orang lain untuk mendamaikan nya.

d. Mencarikan solusi yang bisa diterima kedua anak.

Bila anda menjawab A, resiko yang akan anda ambil sangat besar. Bukan tidak mungkin perkiraan anda bahwa kedua anak tadi sudah berpikir dewasa adalah salah total. Akibatnya, kedua anak anda akan terjebak dengan permasalahan yang tak kunjung selesai. Puncak nya bukan tidak mungkin akan terjadi mereka berdua menjadi tidak saling bertegur sapa.

Bila jawaban anda B, tega nya anda !. Bukankah mereka berdua adalah buah hati anda sendiri. Memihak kesalah satu anak tentu akan menyakitkan hati anak anda yang lain. Tidak seharusnya membela si sulung karena wibawa nya dihadapan si adik harus selalu dijaga, atau mati matian membela si bungsu karena ia harus selalu dilindungi. Berpihak kepada salah satu anak menandakan anda selaku orang tua tidak cukup arif dalam mensolusikan konflik anak anak anda.

Bila jawaban anda C, ini menunjukan betapa suara anda sudah tidak dominan lagi untuk didengar meski dari anak anak anda sendiri. Menyedihkan!. Dengan menunjuk orang lain sebagai penengah belum tentu bisa diterima oleh kedua anak anda. Bukan tidak mungkin malah akan menimbulkan problem baru. Karena netralitas pihak ketiga masih patut untuk dipertanyakan.

Bila jawaban anda D, selamat ! andalah orang tua yang selalu dirindukan anak anak anda, yang mengerti persis apa yang menjadi tanggung jawab anda selaku orang tua. Kehadiran anda selalu dinantikan dan suara anda akan selalu didengar, karena anda adalah orang tua sejati bagi ke dua anak anda.

Lalu kira kira untuk kasus Bibid-Chandra, presiden selaku orang tua pilih jawaban apa ya? :)

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

Berani Belajar..

August 28, 2009 · 6 Comments

‘ Ma…Mama…sini Ma, liat nih si Rara, dia udah batal puasa nya’, teriak bang Farras dari dapur. ‘ Kan tadi udah adzan, bang?’ jawab Rara merasa tak bersalah. ‘ Iye, itu sih adzan dzuhur dek’, balas si abang. ‘Tapi semalem waktu sahur, mama bilang, aku udah boleh minum kalo udah denger adzan’. ‘Lha tadi kan barusan adzan’, maka nya aku minum. ‘Kamu mau bang, es cendol nya enak banget lho’? goda Rara sambil tersenyum.

‘Ma.., liat tuh ma, dia ngiming ngimingin aku ma’. ‘Kalo batal ya batal aja dek, jangan ngeganggu orang yang mau puasa, dosa kamu dek’, geram farras. “Aku kan cuma nawarin doang bang, kalo ngga mau ya Alhamdulillah’, itu artinya iman abang udah mulai oke punya, lanjutnya lagi sambil  nyeruput es cendol Elisabeth kesukaan nya.

“Adek mu kan belum genap 7 tahun Ras, jadi udah bisa tahan sampe azan dzuhur pun udah bagus tuh’, jelas si mama ke Farras yang masih kelihatan gondok. ‘ Namanya juga belajar puasa, pasti berat buat adek mu kalo mau langsung sampe magrib’. Harus bertahap. Farras juga  sanggup puasa sampe magrib baru mulai kelas 4 kan? lanjut mama memberikan pengertian. ‘ Iya sih ma, aku tadi cuma sebel aja koq, panas panas gini digodain pake cendol yang dingin, kaya nya gimana gitu’, lanjut farras lagi.

Aku yang cuma memperhatikan pasukan ku dari ruang tamu, cuma senyum senyum aja. Senyum karena inget temen temen ku dikantor yang dikerahkan semua untuk jadi sales force. Padahal ngga semua karyawan yang diturunkan itu punya pengalaman di unit sales. Pernah sekali waktu saat mendampingi mereka mbuka Open table, masih ada yang malu malu bicara ke pelanggan, ‘masih ngga pede pak’, ketika kutanya mengapa. ‘ Ngga apa apa, nama nya juga masih belajar ya’, kata ku membesarkan hati nya.

Belajar emang butuh proses, cepat atau lambat mahirnya itu semua bergantung pada kesungguhan. Semakin kita berani untuk membuka hati dan membuka pikiran semakin cepat pula kurva belajar bisa dilalui. Yang perlu disadari adalah kita sebagai makhluk tuhan paling sempurna punya kemampuan yang sangat luar biasa untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.  Namun sayangnya kita terlalu sering merendahkan diri sendiri dengan menjudge bahwa kita tidak bisa atau kita tidak mampu melakukan nya. Walhasil, kita akhirnya tidak akan mampu melakukannya.

Jangan pernah menyerah, adalah kunci dari segala kunci. Bukankah kali pertama Rasulullah  disapa Allah melalui Jibril juga dengan kalimat ‘Iqra’, bacalah. Dan sebagai manusia biasa, spontan beliau pun menjawab’ aku tidak bisa membaca’. Setelah dilakukan berulang, barulah Rasul bisa mengikuti apa yang diucapkan Jibril meski dengan keringat yang bercucuran.

Siapa yang enggan belajar pastilah cakrawala dunia nya hanya sebatas jendela rumah nya saja namun bagi yang haus akan ilmu dan hal yang baru maka  langitlah batasnya. Jadi jangan bersedih hati bila tersandung sandung diawalnya, bukankah jarak yang bermil mil jauhnya harus diawali dengan satu langkah? So, keep your spirit guys..

→ 6 CommentsCategories: Uncategorized

Marhaban ya Ramadhan

August 20, 2009 · 2 Comments

‘ Wah asyik nih pa, besok lusa kita udah mulai shaum Ramadhan”, ujar Farras pagi tadi sembari sarapan. “Koq asyik sih dek?” pancing ku. ‘Lha iya lah pa, kan setiap muslim harus bergembira kalo bisa bertemu ramadhan’, lanjut nya lagi bak ustadz kawakan. Kata siapa itu dek? tanya ku lagi. ‘Iya dari guru ngaji ku lah pa’. ‘Hebat kamu dek, gak sia sia jadi siswa Al Azhar, puji ku tulus. Farras, anak pak haji gitu lho, tawanya sambil menepuk dada.

‘ Oh iya Pa, tahun lalu papa buka puasa dirumah cuma 6 kali lho, tahun ini harus lebih banyak pa. Kalo ngga, ntar papa termasuk orang merugi lho, karena tidak bisa lebih baik dari ramadhan yang lalu, itu yang ngomong pak ustadz jenggotan lho pa”, celotehnya lagi. Aku tersenyum.

‘Terus apa yang paling kami suka kalo bertemu dengan Ramadhan dek’? pancing ku. ‘Iya banyak pa’, jawab nya asal. misalnya? tanya ku lagi. Kalo Ramadhan sekolah banyak libur nya, itu yang paling aku suka. Terus,  karena libur sekolah, aku bisa nge Net setiap saat. Terus, mama lebih kreatif nyiapin menu buka puasa. Terus, sebulan penuh kita bisa makan sahur bersama. Terus, menjelang lebaran aku bisa dapet baju dan sepatu baru. Terus, kalo puasa tamat, papa kan biasa nya ngasih THR, lanjutnya lagi sambil melirik ku penuh harap.

‘Lha terus tarawih, iktikaf, dzikir dan ngaji nya gimana dek’? ‘Nah itu dia masalah nya pa’, aku kan ngga kuat duduk berlama lama di mesjid terus aku itu kan ngantuk’an pa. Masa pak ustadz nya ngasih ceramah, aku nya ngorok, kan bisa ngeganggu orang lain pa. Bulan puasa ngeganggu orang lain kan dosa nya besar pa, maka nya aku pilih sholat nya di rumah aja ya pa, ujar nya beralasan.

Iya,  Ramadhan akan segera menjelang. Semua muslim menyambutnya penuh keriangan. Alangkah senang nya diberi kesempatan lagi oleh Allah untuk berbenah dan bermuhasabah, sebelum maut datang menjemput. Gembiranya hati ini dimana berjumpa lagi dengan bulan dimana Allah akan membuka pintu rakhmat, dan menjanjikan ampunan bagi hamba hamba nya yang bermohon. Alangkah beruntung nya kita yang masih diberi kesempatan.

Tak ada manusia yang sempurna, iman pun bagai gelombang terkadang pasang terkadang surut. Sebelas bulan dari Ramadhan yang lalu, banyak janji yang tak bisa sepenuh nya ditepati, sungguh sedih kenapa wanginya duniawi yang selalu diikuti. Rabb, ampuni aku yang lalai dan tengah merugi. Izinkan aku berlindung dalam jubah keagungan mu, janganlah engkau palingkan wajah Mu dari ku, meski aku tau tak sebesar debu pun arti diri ini dihadapan Mu.

‘Selamat menunaikan ibadah Ramadhan, mohon maaf lahir bathin”

→ 2 CommentsCategories: Religi

Restrukturisasi #2

August 17, 2009 · 8 Comments

Sekolah sudah berjalan 1 bulan, namun Rara, putri bungsu ku terlihat kurang begitu semangat bila hendak pergi sekolah. Biasanya sejak pagi dia terlihat begitu heboh, bangun pagi, buru buru mandi dan sarapan,  siap untuk berangkat sekolah bersama abang abang nya. Tapi sejak naik ke kelas 2 semua berubah, bila di kelas 1 masuk sekolah jam 7 pagi kini jam masuk sekolah berubah menjadi jam 11 dan pulang pukul 14.00.

‘Males banget aku sekolah Pa’, keluh nya tadi malam, capek banget rasanya. Lho, emang kenapa sih dek?tanya ku. Di kelas aku ngantuk pa, selama inikan kalo siang aku udah bisa leyeh leyeh dikamar sembari baca komik spongebob. Nah, sekarang aku mesti berjuang agar ngga ketiduran dikelas pa, lanjutnya lagi.

Berubah emang sulit, dalam segala hal, semua butuh waktu untuk penyesuaian dengan kondisi dan lingkungan yang baru. Itu mengapa Michael Hammer selalu wanti wanti kepada perusahaan yang ingin melakukan Perubahaan yang sangat fundamental terhadap proses bisnis nya agar  selalu menjaga komunikasi yang intens dilingkungan top manajemen dengan para pekerja. 

Semua karyawan harus tersosialisasi dengan baik kenapa Top management melakukan perubahan yang sangat fundamental, apa tujuan serta  harapan nya bagi kemajuan organiasasi dimasa mendatang. Semua harus disampaikan tanpa perlu ada yang ditutup tutupi. Namun sialnya, tidak banyak pimpinan perusahaan yang secara terbuka membicarakan perubahan ini secara gamblang ke semua karyawan. Walhasil, Gosip dan isu akan menjadi menu sarapan pagi yang paling hangat setiap harinya.

Betul, reengineering akan merubah segalanya,termasuk  stuktur organisasi pun yang harus disesuaikan dengan perubahan stragey dan focus bisnis perusahaan kedepan. Efeknya, banyak perusahaan akhirnya mengambil jalan pintas dengan cara melakukan downsizing, pengurangan karyawan secara besar besaran. Itu mengapa diawal perencanaan tidak banyak lingkungan internal yang dilibatkan karena ada ke khawatiran akan terjadi demotivasi karyawan terutama departemen yang kemungkinan akibat reenginerring ini akan terlikuidasi.

Sebelum rencana besar tersebut diimplementasikan disarankan agar membentuk change agent yang dapat mengkomunikasikan rencana perusahaan ke lingkungan karyawan. Pemilihan change agent sendiri bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan. Ini mengingat para change agent yang dipilih harus paham betul goal dari perubahaan ini. Selain itu kemampuan komunikasi yang baik adalah suatu keharusan yang wajib dimiliki. Para Change agent inilah yang diharapkan akan mampu menjembatani antara kepentingan perusahaan juga kepentingan karyawan secara keseluruhan.

Michael Hammer menyebutkan dari beberapa perusahaan yang melakukan reengineering memang akan membuat performance perusahaan akan meningkat secara luarbiasa, namun juga disebutkan tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan. Hal pokok yang menyebabkan kegagalan diantaranya adalah ketidak siapan semua komponen untuk menghadapi perubahan.

Pa, koq melamun sih ! teriak Rara, membuyarkan pikiran ku. Katanya kantor papa sekarang udah pindah, makin jauh dan makin macet. Udah jam segini koq belum berangkat juga, ntar terlambat lho, ingat nya lagi.

Wah, ternyata merubah kebiasan jam berangkat ke kantor aja juga repot ya.. :)

→ 8 CommentsCategories: Uncategorized

Restrukturisasi

June 25, 2009 · 2 Comments

Kemarin sore pintu ruangan ku diketuk, pintu dibuka dan surprise, Ronny sahabat ku semasa di SMA tiba tiba sudah melangkah berdiri dihadanpan ku sambil menjabat tangan ku erat. ‘ sorry nih vik, ngeganggu nggak gue, datang tanpa nelpon dulu’ ujarnya berbasa basi. ‘ Wah justru sebalik nya, surpise banget gue, didatengin ama GM perusahaan Multinasional, jawab ku tulus. ‘ Tumben, ada angin apa nih yang membawa bapak GM bertandang ke kantor ku’? ‘ Gue lagi butek nih, pusing’. ‘wualah, kamu itu Ron, gaji pake dollar aja koq bisa bisa nya pusing’,canda ku. Apalagi kaya sekarang dollar udah mulai naek lagi, makin tajir dong elhu, goda ku lagi.

Nah itu dia masalah nya, kenikmatan itu akan segera berakhir Vik, ujar nya serius. ‘Maksud lho, ente di pecat gitu’?  tanya ku asal. ‘Boleh dibilang begitu’. ‘Ah yang bener, jangan becanda lhu, masa iya master jebolan Aussie mau dibuang percuma ama perusahaan mu’. ‘Beneran’, ujar Ronny semakin serius. Headquater gue di Hongkong bilang mulai bulan depan divisi gue mau di tutup. ‘Sakit hati gue, vik’. Elhu kan tau, Gue kerja disitu sejak divisi itu baru mulai dibangun, belasan tahun gue kerja sampe jadi GM coba, eh pas ngambil keputusan sepenting itu gue ngga dilibatin sama sekali, cerita Ronny terlihat sangat emosi. ‘Bener sih gue bukan pemilik perusahaan, tapi kan gue punya ratusan staff yang jadi tanggung jawab gue’. Gimana aku harus jelasin ke staff ku coba, kalo aku sendiri baru ngerti sekarang, lanjut Ronny lagi.

Koq Divisi lhu sampe di tutup sih Ron, apa udah mulai merugi? tanya ku penasaran. Sebetulnya rugi sih ngga, tapi emang omzet 2 tahun ini mulai menurun. Kompetitor ku udah mulai dumping, banting harga. Apalagi ditambah krisis global seperti sekarang, raw material nya sebagian besar masih impor, beli pake dollar terima duit pake rupiah, rugi kurs gue, lanjutnya lagi. ‘Sayang banget kan Ron, produk elhu kan brand nya udah bagus tuh, koq mau dihapus dari fortopolio? tanya ku lagi. ‘Ngga sampe segitu sih, tapi fabrikasi nya aja yang ditutup, produksinya di sentralisasi ke negeri tetangga, biar lebih efisien kata CEO ku.

Lha terus pasukan mu dikemanain? tanya ku penasaran. Itu dia yang bikin gue nyut nyutan. Sebagian masih bisa ditampung di divisi yang laen, tapi sebagian lagi aku denger kabar mau di lay off. ‘ Gila kan Vik, ada rencana sebesar itu sampe pake acara lay off, aku sama sekali ngga tau. Coba, kalo staff ku nanti pada demo, toh akhirnya aku juga yang harus ngadepin nya, belum lagi kalo sampe dipanggil sama Depnaker toh aku juga nanti yang harus ngejelasin. Mereka yang di Hongkong sana mana mau ambil pusing, mereka pikir cuma dengan pesangon semua orang bisa diem, edan tenan, gusar Ronny. ‘ Masa sih Ron, Headquater mu ujuk ujuk buat keputusan gitu? apa ngga ada woro woro dulu sebelumnya? tanya ku pengen tau. ‘Ada sih, tapi kaya yang ngga serius gitu lho, isue nya cuma samar samar 6 bulan yang lalu. Tapi karena ngga ada pembicaraan yang intens kami pikir itu cuma sekedar kabar burung, eh tau nya jadi beneran. ‘Mati aku!’, ujar Ronny sambil memukul jidat nya yang udah semakin melebar.

Terus apa rencana mu? tanya ku. Belum tau nih Vik, gue sendiri sih dijanjiin akan dipindahin ke divisi lain, tapi kalo ngeliat pengalaman buruk seperti ini, kaya nya aku mau mikir mikir dulu deh. Ngga enak banget rasanya kalo kita ngga dianggep, ujar nya kesal.

Aku denger Kantor mu mau restrukturisasi juga ya? tanya Ronny. Tapi enaklah ya kalian, BUMN kan ngga sekejam di swasta kaya kami. ” Pasti ngga ada lay off kan? dan aku juga yakin pasti boss kalian udah menginformasikan hal ini ke semua pegawai kan dari jauh jauh hari kan? terus aku juga yakin kalo pun ada golden shake hand pun pasti rupiah nya yahud kan? tanya Ronny memberondong.

Aku cuma tersenyum, senyum berjuta arti, andaikan….

→ 2 CommentsCategories: Bizz Corner

Di komplain? kenapa takut..

June 12, 2009 · 2 Comments

‘Sebenernya acara ini untuk apa sih pak? tanya Alfrin pemilik 9 restoran terkenal di Jakarta, pada saat berbincang dengan saya diacara customer gathering kemarin siang. ‘Kami pengen dapet feedback pelayanan kami dari para customer, apa adanya,’ jawab ku, agar kami bisa meningkatkan service kami lagi. ‘Masa’ sih pak? tanya nya lagi seolah tak percaya. ‘Beneran koq, ga ada maksud lain jawab ku tegas.  ’Wah hebat bener Telkom ya pak, kan Telkom perusahaan besar tapi koq mau mau nya nyediaan lunch dan sport bersama customer nya cuma untuk ndenger komplain kami. ‘Iya gitu deh, tanpa bapak bagaimana kami bisa besar’ jawab ku tulus.

‘Wah andai RS Omni International juga sehebat Telkom dalam menampung komplain pelanggan, rasanya kasus Prita kemarin tidak perlu terjadi ya pak’? sayang sekali karena emosi yang berlebihan, niat mereka untuk memperbaiki citra malah efek yang didapet justru kebalikan nya. Terus, apa Telkom nggak punya pengalaman di komplain pelanggan lewat media pak? tanya nya sedikit penasaran. “iya ada lah, tapi kami selalu berbesar hati menanggapinya’. ‘Bahkan kami menyediakan customer service 24 jam untuk menampung keluhan pelanggan. Media elektronik seperti email dan web pun siap menerima komplain paling keras sekalipun. Namun tak jarang, ada juga pelanggan yang menulis di surat pembaca di milist internet ataupun di koran terang ku lagi.

‘Terus apa Telkom ngga niat memperkarakan customer yang ngedumel di koran ya pak?’ pancing Alfrin. Aku tertawa. ‘Iya mana mungkinlah, lha wong kami semua gajian dari mereka koq’.  ‘Kalo semua pelanggan dimasukin ke penjara terus siapa yang akan pake telpon ku’, canda ku lagi.

‘Tapi bener lho pak, sekarang kan persaingan di segala bisnis sudah edan edanan. operator telpon aja ada belasan, setiap saat pelanggan bisa beralih, beli stater pack aja sekarang udah di emper, ceban udah bisa dapet, ngga kaya’ dulu lanjut Alfrin. ‘Sewaktu saya sekolah di Amerika dulu, hampir tiap outlet di mall menawarkan money back guarantee. Terkadang kita belanja kan karena impulse buying aja, sesampai dirumah baru nyesel ternyata sebetul nya kita ga butuh butuh amat dengan itu barang. Kalo kejadian nya gitu,  kita tinggal bawa itu barang dengan struk nya tentu dan katakan ’sorry I change my mind’, yakinlah frontliner nya tanpa terlalu banyak tanya akan mengembalikan uang kita, tanpa dipotong 1 sen pun, cerita Alfrin lagi. Direstoran juga gitu Pak Davik, kalo kita merasa makanan yang kita pesan terlalu asin misalnya, pelayan akan mengganti dengan yang baru tanpa harus bayar yang telanjur dimakan, lanjutnya lagi.

Hak pelanggan memang sangat dihormati dan dihargai ya disana frin? tanya ku. ‘Bener pak, saya kagum sekali’ jawab Alfrin sembari menyeruput capucinno nya. Btw, balik ke kasus Prita pak, ini seandainya bapak jadi dirut nya RS OMNI itu pak, kira kira Pak Davik mau ngambil tindakan apa dengan kondisi saat ini? tanya Alfrin meminta opini ku. ‘Wah nguji nih? canda ku. ‘Beneran pak, saya pengen tau aja’, jawab nya lagi. Kondisi saat ini kan ‘nasi sudah menjadi bubur Frin. Tinggal sekarang mau ngga bubur yang ada sekarnag bisa kita sulap jadi bubur ayam yang mak nyus, jawab ku. Maksud nya? tanya Alfrin tak mengerti. Recovery service kuncinya, jawab ku mantap. Buang jauh semua ego, hapus semua emosi, minta maaf ke Prita. Jadikan dia menjadi pimpinan board of customer, beri fasilitas berobat gratis seumur hidup. Dan yang paling utama tentu adalah jadikan kasus ini menjadi titik balik untuk meningkatkan semangat pelayanan di RS itu jawab ku mantap. Andai saya komisaris nya besok pagi akan saya angkat bapak jadi dirut nya, tawa Alfrin lepas. 

Dari kejauhan sayup sayup terdengar Ari Lasso bersenandung ‘ sentuhlah dia tepat dihati nya, dia kan jadi milik mu selamanya…”

→ 2 CommentsCategories: Bizz Corner

Sekolah favorit..

June 8, 2009 · 1 Comment

‘Ayolah bang, mbok belajar yang lebih serius’, pinta ku kepada ke dua anak ku, Luthfi dan Farras beberapa waktu yang lalu ketika mereka tengah sibuk menghadapi UAN. ‘Tenang ajalah Pa, aku udah siap koq’ , jawab mereka penuh keyakinan sambil ngupdate status facebook nya. ’Ntar nyesel lho kalo nilai mu jeblok, nasehat ku lagi’. Kalo NEM kalian hancur, gimana bisa masuk sekolah yang bagus?.

‘ Lho pa, apa emang ada sekolah yang ngga bagus?’ tanya Farras menguji kesabaran ku. ‘Papa ini ada ada aja, semua sekolah kan bagus pa. Perihal ntar berprestasi atau nggak itukan tergantung kita sendiri kan pa, lanjutnya lagi. ’Kamu itu kalo orang tua yang ngomong koq mau nya debat melulu sih dek’. ‘Lagian pa, aku kan udah dites dan diterima di SMP Al Azhar, jadi ngapain lagi mesti jungkir balik belajar kan Pa? NEM udah ga penting lagi pa, lha sekolah itu aja buka pendaftaran dan test nya aja udah dari April yang lalu. Ngga salah kan pa, kalo target ku sekarang yang penting lulus aja, perihal nilai mah, don’t worry lah pa, masa’ aku mau bikin malu papa, goda nya lagi.

Entahlah, tiap tahun selalu saja ada aturan yang baru untuk penerimaan siswa baru. Terkadang menurut ku ya aneh juga emang, anak anak belum lagi ujian sekolah dan hasilnya entah bagaimana,  test penerimaan siswa untuk SMP dan SMA malah sudah dimulai. Bener sih, tidak semua sekolah memberlakukan aturan seperti itu. Hanya dibeberapa sekolah negeri yang konon dipersepsi favorit saja yang menjalankan nya. Diluar itu, memang NEM lah yang akan menentukan apakah anak anak akan mendapatkan satu kursi disekolah negeri atau tidak.

Yang jadi pertanyaan saya, kenapa Diknas seolah olah mengakui bahwa memang ada strata kualitas sekolah negeri? bila memang sudah tahu dan sudah dapat mengelompokan sekolah sekolah berdasarkan kualitas, kenapa sekolah dengan ‘Kw 2 atau Kw 3′ (maaf) tidak segera dibenahi? pemerataan fasilitas sekolah harus semua sama untuk sekolah negeri, kualitas dan kompetensi guru harus sejajar, metode dan sistem belajar mengajar tidak boleh ada perbedaan.

Tapi, mungkin ngga sih ini bisa dilakukan dalam tempo yang sesingkat singkat nya? dimasa pemilihan capres seperti sekarang ini, kalo ada diantara mereka bertiga yang akan mengangkat topik ini, saya tidak ragu akan mencontreng beliau. Ayo siapa berani?

 

.

→ 1 CommentCategories: Uncategorized

Kisruh..

April 20, 2009 · 2 Comments

‘Mohon maaf pak, nama bapak tidak ada dalam DPT’, ujar Yusuf, Pak RT ku. Lho koq bisa? tanya ku tak mengerti. Dalam kartu keluarga ku ada empat orang yang berhak memilih, namun hanya 2 orang yang dapat undangan. Sedang aku dan istri sampai hari terakhir tidak mendapatkan undangan dan tidak tercantum dalam DPT. ‘Terus gimana pak yusuf? ‘ tanya ku meminta solusi. ‘No way out pak’ ujar nya lagi. Maksud nya? tanya ku lagi. Maksudnya kali ini bapak tidak bisa memilih. ‘Hah? koq bisa? teriak ku sambil emosi. Sejak kapan hak saya sebagai warganegara dicabut? protes ku. ‘ Ya gitu deh pak, sekali lagi mohon maaf baget’.

‘Gimana sih pak kejadian nya hingga saya tidak tercantum dalam DPT’? tanyaku penuh penasaran. Pemilu kali ini prosesnya beda dengan yang terdahulu. Kalo dulu ada Pantarlih yang gigih mengunjungi rumah rumah warga untuk melakukan pendataan dan cross check status terakhir. Tapi sekarang hal itu tidak terjadi. Kelurahan berpedoman pada Kartu keluarga dan KTP yang dikeluarkan, data tersbut digunakan oleh KPUD untuk membuat DPS. Kami sendiri dari RT dan RW tidak dilibatkan dalam proses validasi data. Hasilnya ya seperti sekarang ini pak, banyak warga kita yang tidak dapat memilih, jelas Pak Yusuf. Lucunya ada warga yang sudah meninggal dunia 3 bulan yang lalu tapi masih tercantum dalam daftar pemilih, lanjutnya lagi.

Daripada emosi nanti tidak terkendali, aku putuskan lebih baik pulang dari TPS. Begitu masuk rumah, aku disambut oleh Rara anak ku terkecil. ‘Pilih apa tadi pa?’ tanya nya sambil tersenyum. Papa pilih Bintang nya pak SBY ya? aku menggeleng. Si moncong putih barangkali? tanya nya lagi, aku menggeleng. Kalo gitu pasti pohon beringin kan pa? aku tetep menggeleng. Kali ini tebakan ku pasti ga meleset, pak haji kayak papa pasti pilih Ka’bah kan? tebak nya lagi, aku tetep menggeleng. ‘Koq menggeleng terus sih Pa’, atau jangan jangan papa tadi golput ya? Wah papa ini gimana sih, pak haji koq golput. Apa papa ga nonton tivi, golput itu haram lho pa. Sok tau kamu ah dek’, komen ku sekenanya. ‘ Beneran pa, golput itu dosa, pak kyai jenggotan lho pa yang bilang.

Papa bukan nya gak mau milih dek, pengen banget bahkan. ‘Wah, kalo gitu, siapa ya pa kira kira yang nanggung dosa nya papa? kan papa akhirnya jadi ga bisa milih’, ujar nya sambil ngeloyor meninggalkan aku sendiri. Terngiang ditelinga ku samar samar lagu pemilu jaman orba dulu,  ‘ Pemilihan umum telah memanggil kita,… Semua rakyat menyambut gembira…, Dibawah Undang Undang Dasar Empat Lima,……

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

Mau coba yang lain?

April 6, 2009 · 6 Comments

Hari minggu di keluarga ku adalah hari nya anak anak. Boleh dikata di hari itu, mau kemana pun anak anak minta diantar, saya selalu siap untuk menjadi supir. Ritual pertama yang hampir setiap hari Minggu dilakukan adalah kunjungan rutin ke Gramedia. Ke tiga anak ku kebetulan semua nya suka baca, jadi begitu masuk toko buku, masing masing menuju rak buku yang emang sudah sangat mereka hafal. Rara akan ke rak komik Spongebob dan Doraemon, si abang akan ngacir ke komik Deathnote dan Naruto, Arras akan ke rak majalah dan cord lagu. Hampir selalu begitu berulang, dari minggu ke minggu.

Bila perburuan mereka usai dengan masing masing membawa bekal bacaan selama seminggu, saat nya aku ’sang boss’ siap menunggu dikasir. Keluar dari toko buku, saat nya makan siang. Restoran yang dituju pastilah dari minggu ke minggu adalah restoran yang sama. Daftar menu yang disodorkan oleh pramusaji, hampir tak pernah dibaca. Chiken mozarella untuk si abang, ayam goreng mentega untuk rara, dan Chiken steak untuk Farras.

‘Koq ga pengen coba yang lain sih bang’? tanya ku pada bang Luthfi. Kan menu pilihan nya sedemikian banyak, mbok sekali kali kamu pesen cap cay, sayur sayur an bagus tuh untuk mu saran ku. ‘ Ga ah pa, aku ga mau coba coba yang lain. Ntar kalo ga cocok rasanya, terus ga kemakan, ntar papa cemberut. Mending aku pilih yang aman aja, chiken mozarella, udah jelas mak nyus nya, ujar nya menolak saran ku. Jawaban yang sama juga aku dapatkan dari Farras dan Rara, semua ingin aman, ga mau coba coba menu yang lain.

Di televisi tadi malam aku dengar masa kampanye sudah berakhir. Menurut suatu lembaga survey, meski saat ini parpol yang ikutan pemilu ada 44 partai namun yang akan mendominasi tetaplah partai yang itu itu saja. Padahal semua partai termasuk partai baru menawarkan janji janji yang sangat luar biasa. Tapi entah kenapa, masyarakat tetap sulit untuk pindah kelain hati, akan tetep pilih partai lama. 

Kalo udah gini, jadi mikir ngapain ya para politikus itu selalu bikin partai baru. Ga puas dengan yang lama buat yang baru padahal para pengurus nya ya orang orang itu juga. Kebayang berapa duit yang mereka keluarin untuk mendanain kegiatan operasional. Kalo toh emang niatnya  mau berbuat yang terbaik buat republik ini kenapa ga duitnya untuk bikin kegiatan yang real aja ya?. Kasih pinjeman tanpa bunga buat petani agar mereka ga ngijonin hasil panen nya, atau bikinin gerobak untuk pedagang bakso dan siomay, atau kasih modal untuk pedagang kaki lima biar ga dikejer kejer Satpol lagi.

Kalo itu dilakukan, dari dana kampanye nya beberapa puluh partai dikumpulin pasti akan dapet ratusan milyar, digunakan untuk menolong saudara sauadara kita yang papah pasti akan lebih banyak manfaat nya. Daripada kaya sekarang, udah duit habis untuk sewa kantor, bikin kaos, umbul umbul, sewa penyanyi dangdut, yang milih ga ada. Sia sia kan?

Atau jangan jangan para politikus itu sewaktu mau bikin partai baru terlalu ke Pede an, sehingga lupa nanya ke para konstituen, bener ga sih kita perlu partai baru? masa sih ga pernah belajar, lha wong anak anak ku aja kalo pesen makan pun ga mau coba coba menu yang lain je…

→ 6 CommentsCategories: Uncategorized