Davik Oktavian’s Weblog

Entries from December 2008

Selamat Tahun Baru..

December 31, 2008 · 4 Comments

‘Pa, malem ini kita mau kemana pa?’ tanya Bang Luthfi pada ku sebelum berangkat ke kantor pagi tadi. ‘Lho, emang kenapa bang?’, tanya ku balik. ‘Maen dong pa, masa’ malem tahun baru dirumah aja. ‘Papa liat deh, tetangga kita aja semua pada ga ada, mereka semua liburan keluar kota’. Masa’ kita cuma nonton tivi doang, protes nya. ‘Mbok kita maen kemana gitu, ke Ancol keq, ke Monas keq, pokoknya liat yang rame rame gitu lho pa. ‘Kita ga pernah lho liat pesta kembang api’. Sekali kali begadang kan boleh pa, rengek nya lagi.

‘Iya pa, kita ke Ancol aja pa, The Changcuters manggung pa’, aku kan fans nya ujar Farras memprovokasi abang nya. ‘Ga ah! papa mau jaga posko’, jawab ku sekena nya. ’Masa posko melulu sih pa, lebaran kemarin papa bilang kita ga bisa pulang kampung karena harus jaga posko, nah malem ini juga masa mesti jaga posko lagi, lagian kan kasihan saudara saudara kita yang berlibur kerumah, ga diajak kemana mana pa’. ‘please dong pa’, rayu nya lagi.

‘Gini aja bang, gimana kalo entar malem, kita minta mama bikin sate terus kita bakar jagung. Kita kan punya tenda, kita pasang aja dihalaman. Nah kalo sempet entar papa bisa joint, tawar ku. ‘Lagian jalanan pasti macet bang, kalo mau ke Ancol dari sore kita sudah harus berangkat’. ‘Ya udah, terserah papa aja deh’, ujar nya sambil cemberut meninggalkan ku diruang tamu.

Tahun baru selalu saja disambut dengan kegembiraan dan kemeriahan, bahkan tak jarang kita sengaja menghamburkan hamburkan uang secara tidak rasional. HTM di hotel berbintang yang jutaan pun bisa terjual habis seminggu sebelumnya. Luar biasa!. Sepertinya kita semua hendak menguburkan kepenatan selama satu tahun, dan berharap ditahun depan punya harapan baru yang lebih gampang untuk diraihnya. Padahal tidak. Justru tantangan ditahun mendatang akan jauh lebih berat dibandingkan tahun ini.

Pikiran ku jauh melayang, menembus cakrawala yang kian kelam. Malam ini, malam tahun baru. Kita disini yang tengah berpesta pora, lupa bahwa ada satu tempat dimuka bumi ini dimana semua orang tengah cemas, takut dan waswas  siapakah gerangan yang akan menjemput maut malam ini. Langit akan benderang, bukan karena ribuan kembang api meletup diudara, tapi karena letusan  roket yang merobek robek kota, juga merenggut nyawa satu persatu saudara ku, saudara kita.

Andai anak anak ku tahu, bahwa Palestine kini tengah berdarah, aku yakin mereka akan berpikir dua kali untuk tertawa terbahak bahak.  Sayang mereka masih terlalu kecil untuk memikirkan hal itu. Padahal seringkali kita diingatkan andai ada anggota tubuh ini sakit, yang bakal menjerit adalah sekujur tubuh. Inilah prinsip persaudaraan. Sayangnya kita sudah banyak yang lupa.

Selamat Tahun Baru 2009, semoga semangat jihad selalu ada di hati kita. Salam.

Categories: Perenungan

Bersaksi..

December 12, 2008 · 9 Comments

Jum’at, 14 Dzulhijah, Masjid Cut Meutia, Jakpus.

Jum’at an kali ini sangat istimewa, sangat berkesan bahkan, karena tadi bisa menjadi saksi seorang wanita yang menyatakan diri menjadi seorang muslimah. Prosesi berjalan lancar dipimpin langsung imam Masjid Cut Meutia. Menjadi istimewa bagi saya, karena buat saya ini pun jadi pendewasaan keimanan saya. Maria Magdalena, nama mualaf itu kini menjadi Nabila Magdalena. Perjuangan nya untuk menjadi muslimah penuh liku liku. Pada saat dia mengutarakan keinginan nya untuk berpindah agama, semua keluarga besar  menentang nya  habis habisan. Bahkan abang nya sendiri pun berkeinginan untuk membunuhnya. Maria yang telah berketetapan hati untuk menjadi muslimah memilih melarikan diri dari rumah. Sudah seminggu ini dia sembunyi dari satu tempat ke tempat yang lain, hingga akhirnya tadi malam ditampung di rumah  ’Pak Haji’ di jl Cendana, Menteng. Itu yang diceritakan imam masjid sewaktu mengenalkan Maria kepada jamaah Sholat Jum’at tadi.

Bila hidayah Allah telah datang, tak ada satu pun yang mampu menghalanginya lagi. ‘Saya ikhlaskan nyawa saya, bila memang abang saya akan membunuh saya, jawab Maria dengan penuh keyakinan sewaktu ditanya sang imam, apakah siap bila harus mengorbankan nyawa demi tetap memilih Islam sebagai keyakinan nya. Sungguh luar biasa. Peristiwa ini mengingatkan kita akan perjuangan Masyitho yang memilih direbus hidup hidup oleh Fir’aun bersama dengan anak anak nya demi mempertahankan keimanan nya.

Ketika Maria mengucapkan dua kalimah syahadat terasa sangat hikmat yang dibimbing oleh imam masjid, Saya yang duduk persis dibelakang nya pun tak kuasa menahan airmata. Sungguh, sudah lama sekali rasanya saya tidak menangis manakala dengan segala keikhlasan  melafalkan dua kalimah syahadat ’Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah’ . Tidak juga pada sholat ku. Ku acuhkan orang disebelahku yang melirik disaat aku  menghapus airmata ku. Aku tadi juga merasa seperti Maria, menangis didepan mimbar, menghiba ampunan dan menghamba hanya pada Allah.

Sungguh beruntung rasanya kita ditakdirkan memiliki orang tua yang beragama Islam. Sehingga kita tidak perlu seperti Maria, yang harus berpindah pindah tempat demi ingin menjadi muslimah. Namun karena islam yang kita peroleh adalah ‘islam warisan’, sering kali membuat kita terlena, dan bahkan sangat jarang kita bersyukur. Itu mengapa, saya meneteskan airmata tadi karena ternyata untuk menjadi muslim pun banyak orang yang mengorbankan segala yang dimiliki, tersingkirkan dari keluarga, diancam, bahkan jiwa menjadi taruhan.

Sungguh beruntung saya hari ini, menjadi seorang saksi.

Categories: Religi

Investasi..

December 9, 2008 · 6 Comments

‘ Prinsipnya sederhana aja koq Pak, beli disaat harga rendah, jual diharga tinggi’, jelas Jerry, salah seorang marketer sebuah perusahaan sekuritas yang datang ke kantor ku. Terus, apa pertimbangannya kapan kita beli dan kapan kita jual, tanya ku pada nya. Nah, ini pertanyaan serius pak. Ga bisa dijawab dengan sederhana. Sebelum beli saham di bursa, pelajarin dulu sesehat apa perusahaan tersebut pak, misal nya kita harus baca bagaimana tingkat keuntungan nya, prospek bisnis nya dimasa mendatang, likuiditas keuangan. Balance sheet dan income statement tiap tiap perusahaan harus dipelajari dengan teliti, termasuk corporate action yang akan mereka ambil,pak. Faktor ekonomi makro dan naik turun nya pasar global juga akan menentukan harga saham di pasar sekunder. ‘Wah, repot juga ya’, ujar ku tak juga mengerti. Bisnis jual beli surat berharga emang begitu pak, kompleks. Kecuali kalo bapak emang pengen jadi spekulan. Beli saham gorengan. Sehari bisa naik belasan persen, tapi kalo turun juga akan bikin bapak jantungan.

‘Kapan bapak, akan inject dana nya’? tanya Jerry sebelum keluar dari ruangan ku. ‘Karena ini menyangkut investasi, aku pelajarin dulu deh’, 20 juta kan ga sedikit buat ku. ‘Nih, pak, saya pinjemin buku cara menghitung harga saham, baca ya pak, saran nya sembari pamit meninggalkan aku diruangan. Iseng, ku buka buku yang dipinjamkan itu, ternyata isi nya semua rumus rumus, belum lima menit kututup bukunya, pusing ga ngerti.

Alternativ penghasilan harus mulai dikembangkan selagi belum pensiun. Kalo udah pensiun terus kamu baru mau mulai, terlambat. Bisnis penggemukan sapi, itu sangat profitable, paling sial kita bisa untung 30% dalam setahun, bandingkan dengan deposito paling cuma 10%. ‘Jangan kata daging nya, kotoran nya pun bisa jadi duit, ajak bang Siregar, sahabat ku sewaktu di Medan yang kini sudah punya 50 sapi. ‘Tapi bang, resiko nya kan juga tinggi?’ sanggah ku. ‘bah, kau ini, no pain no gain lah’. ‘Kalo sapi nya mati, gimana’? tanya ku lagi. ‘Kalo mati, jangan kata sapi, napas awak pun bisa diambil tuhan setiap saat’, jawab nya serius. ’Sudah, kau pelajari dulu proposal itu ya, kalo tertarik telpon aku lagi nanti. ‘Aku mau kirim sapi ke medan sekarang, menjelang Idul Adha, harga nya lagi bagus’, ingat jangan terlambat kau berinvestasi, mana cukup nanti uang pensiun mu untuk bayar uang kuliah anak mu nanti’, telpon ditutup. Dalam hati aku berpikir, ‘masa sih aku ga bisa nguliahin anak dari uang pensiun ku’ :(

Di koran beberapa hari yang lalu, aku baca harga sawit sedang hancur hancuran. Turun hampir 70% dari harga normal. Bahkan banyak diantaranya, pengusaha kelapa sawit membiarkan sawit nya tidak dipanen, dibiar kan membusuk bahkan ada yang membakar ladang sawitnya agar harga tidak semakin turun. Padahal sewaktu di Sumatra dulu, banyak sahabat ku yang punya penghasilan sampingan dari berbisnis kelapa sawit. ‘ Jaga jaga untuk penghasilan dimasa tua nanti’, itulah rata rata jawaban mereka ketika ku tanya, kenapa mereka mau berinvestasi ke bidang yang tidak mereka kuasai.

Semua investasi berharapkan keuntungan yang berlimpah namun tentu semua tidak selalu berjalan mulus seperti indah nya angka angka dalam bisnis plan.  Namun ada investasi yang ga pernah rugi, seperti yang disampaikan pak ustadz yang ngasih ceramah kemarin. Dia bilang ‘ sebaik baiknya perniagaan adalah berniaga dengan Allah, dimana setiap kebaikan akan bercabang sepuluh, dimana setiap cabang nya nya akan berbuah tujuh puluh’, artinya kita bisa untung bersih 700 kali lipat, ga pernah rugi’.

Hayo, pilih mana?

Categories: Uncategorized