Sekolah sudah berjalan 1 bulan, namun Rara, putri bungsu ku terlihat kurang begitu semangat bila hendak pergi sekolah. Biasanya sejak pagi dia terlihat begitu heboh, bangun pagi, buru buru mandi dan sarapan, siap untuk berangkat sekolah bersama abang abang nya. Tapi sejak naik ke kelas 2 semua berubah, bila di kelas 1 masuk sekolah jam 7 pagi kini jam masuk sekolah berubah menjadi jam 11 dan pulang pukul 14.00.
‘Males banget aku sekolah Pa’, keluh nya tadi malam, capek banget rasanya. Lho, emang kenapa sih dek?tanya ku. Di kelas aku ngantuk pa, selama inikan kalo siang aku udah bisa leyeh leyeh dikamar sembari baca komik spongebob. Nah, sekarang aku mesti berjuang agar ngga ketiduran dikelas pa, lanjutnya lagi.
Berubah emang sulit, dalam segala hal, semua butuh waktu untuk penyesuaian dengan kondisi dan lingkungan yang baru. Itu mengapa Michael Hammer selalu wanti wanti kepada perusahaan yang ingin melakukan Perubahaan yang sangat fundamental terhadap proses bisnis nya agar selalu menjaga komunikasi yang intens dilingkungan top manajemen dengan para pekerja.
Semua karyawan harus tersosialisasi dengan baik kenapa Top management melakukan perubahan yang sangat fundamental, apa tujuan serta harapan nya bagi kemajuan organiasasi dimasa mendatang. Semua harus disampaikan tanpa perlu ada yang ditutup tutupi. Namun sialnya, tidak banyak pimpinan perusahaan yang secara terbuka membicarakan perubahan ini secara gamblang ke semua karyawan. Walhasil, Gosip dan isu akan menjadi menu sarapan pagi yang paling hangat setiap harinya.
Betul, reengineering akan merubah segalanya,termasuk stuktur organisasi pun yang harus disesuaikan dengan perubahan stragey dan focus bisnis perusahaan kedepan. Efeknya, banyak perusahaan akhirnya mengambil jalan pintas dengan cara melakukan downsizing, pengurangan karyawan secara besar besaran. Itu mengapa diawal perencanaan tidak banyak lingkungan internal yang dilibatkan karena ada ke khawatiran akan terjadi demotivasi karyawan terutama departemen yang kemungkinan akibat reenginerring ini akan terlikuidasi.
Sebelum rencana besar tersebut diimplementasikan disarankan agar membentuk change agent yang dapat mengkomunikasikan rencana perusahaan ke lingkungan karyawan. Pemilihan change agent sendiri bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan. Ini mengingat para change agent yang dipilih harus paham betul goal dari perubahaan ini. Selain itu kemampuan komunikasi yang baik adalah suatu keharusan yang wajib dimiliki. Para Change agent inilah yang diharapkan akan mampu menjembatani antara kepentingan perusahaan juga kepentingan karyawan secara keseluruhan.
Michael Hammer menyebutkan dari beberapa perusahaan yang melakukan reengineering memang akan membuat performance perusahaan akan meningkat secara luarbiasa, namun juga disebutkan tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan. Hal pokok yang menyebabkan kegagalan diantaranya adalah ketidak siapan semua komponen untuk menghadapi perubahan.
Pa, koq melamun sih ! teriak Rara, membuyarkan pikiran ku. Katanya kantor papa sekarang udah pindah, makin jauh dan makin macet. Udah jam segini koq belum berangkat juga, ntar terlambat lho, ingat nya lagi.
Wah, ternyata merubah kebiasan jam berangkat ke kantor aja juga repot ya..
8 responses so far ↓
D // August 17, 2009 at 9:11 pm |
Alhamdulillah masih sempet nulis di tengah kesibukan yang bertubi
Dalam perubahan selalu ada konflik, yang hanya bisa selamat terlewati bila dikawal ketat. Pendukung juga harus banyak, mungkin kayak kampanye gitu. Selamat berjuang Bang, Merdeka!
nu2k // August 18, 2009 at 10:25 am |
Thanks GOD, JWEST diberikan anugerah seorang pimpinan yang akan membangkitkan semangat juang patriot JWEST, selamat bergabung BOS di Jwest…terima kasih atas inspirasi Bapak, semoga diijinkan untuk dapat mengikuti jejak Bapak untuk menulis…J west.. Yes…Yes..
nu2k
davikoktavian // August 18, 2009 at 11:33 am |
dear D: disempet sempetin nulis aja D, meskipun akhir2 ini sulit sekali cari waktu nya. (sok sibuk ya ?
) bener, semua hrs mendukung kebijakan yg sdh diputuskan. untuk dpt dukungan tentu semua harus ngerti dulu apa yg mau didukung, maka nya aku bilang penting bgt komunikasi antara top mgt dng all karyawan.
davikoktavian // August 18, 2009 at 11:37 am |
dear nu2k : alhamdulillah, mudah2an saya bisa memberikan warna di jwest ya..
D // August 19, 2009 at 8:53 am |
Kalo saja jajaran Jwest tau bahwa boss barunya ngeblog…… Noordin bisa kalah top hehehe…
rfadil // August 19, 2009 at 5:33 pm |
Ass Wr Wb
Boss , saya baca artikel diatas , saya jadi ingat “cerita saya sendiri tentang perubahan” alkisah pada waktu baru bekerja di Telkom ( dulu Perumtel ) sebelum berangkat ke Indonesia Timur bapak saya memberi bekal yang isinya , kalau kita hidup di daerah yang sama sekali baru ,kita harus berani berubah ada pepatah dimana bumi dipijak disitulah langit dijungjung yang sd saat ini saya selalu mencermati arti dari petuah itu, yang artinya perubahan itu akan membawa berkah kalau kita bisa menerimanya dengan Ihklas ,salam dari gatsu
Anis // August 19, 2009 at 5:39 pm |
Pak, J-West itu apa ya? Jakarta Barat?
davikoktavian // August 20, 2009 at 8:36 am |
dear D : mantan wartawan tempo sih, tempo tempo nulis tempo tempo kagak
dear rfadil: nasehat ortu bpk 100% betul. tapi emang selalu butuh penyesuaian ya pak, mudah2an cukup 1 minggu aja, krn musuh udah didepan hidung kita
dear anis : yup, betul. aku udah pindah lagi Nis.