Category Archives: Bizz Corner

Semarang: Wisata Kuliner #02

Mau cari oleh oleh dari Semarang? Semua pasti akan merekomendasi untuk hunting di Jl Pandanaran. Kalo jeli memperhatikan, disepanjang jalan itu puluhan toko menawarkan oleh oleh hampir sejenis; bandeng presto, wingko babad berbagai rasa, pia, kripik serta makanan ringan lain nya. Namun dari sedemikian banyak toko, yang terlihat sangat ramai dikunjungi hanyalah satu toko saja. Toko bandeng presto ‘J’ . Saya sempat terkesan juga melihat toko tersebut karena pelataran parkirnya habis untuk gerobak PKL yang juga menjual wingko yang jelas jelas tidak bermerk toko J atau dengan kata lain toko J memberikan kesempatan kepada ‘kompetitor’ nya untuk masuk ke pekarangan nya. Apik.

Berbisnis toko oleh oleh ataupun berbisnis rumah makan, terkadang memang didominasi oleh persepsi yang dibangun oleh si pembeli sendiri. Kita sendiri terkadang disaat untuk memutuskan untuk sekedar makan siang di resto mana pastilah akan melihat seberapa ramai rumah makan tersebut. Bila terlihat sepi sepi saja, maka kita pun ber persepsi pastilah resto tersebut kalo ngga harga nya mahal, pastilah rasa nya yang nggak enak, atau paling tidak pelayanan nya yang tidak memuaskan sehingga pembeli enggan untuk berkunjung. Namun bila yang makan pada ngantri, timbul keinginan kita untuk juga mencoba menu yang mereka tawarkan. Iya kan?

Saya pikir Toko ‘J ‘ di Pandanaran tersebut bisa jadi mempermainkan persepsi kita. Lahan parkirnya yang sempit malah diberikan pada PKL untuk mencari rezeki didepan toko nya yang besar. Bisa jadi ini murni karena si pemilik ingin berbuat baik pada orang lain, tapi bisa jadi juga dengan adanya para PKL didepan toko nya malah menciptakan crowd sehingga menimbulkan persepsi positif bagi tokonya. Cerdas.

Cara pandang toko ‘J’ terhadap PKL dilahan parkirnya sungguh membuat saya kagum. Kagum karena si besar tidak perlu merasa si kecil untuk segera dihabisi dan juga merasa bahwa sikecil itu pun bukan pesaing nya. malah diberi peluang untuk mencari rezeki yang halal. Gusti Allah ga pernah salah kasih rezeki mas. Waullahualam.

Bisnis seperti Rubik..

‘Ayo Pa cobain, seru nih mainan nya’, ujar Rara, putri bungsu ku sambil memberikan rubik baru nya kepada ku. ‘G’a ah, ga mau’ jawab ku sekenanya. Gampang, cuma puter puter aja koq pa lanjut nya menyemangati aku. Sini pa, aku ajarin ujar nya lagi. Nah perhatiin nih pa, jari jari mungil nyapun lincah membolak balikkan mainan kubus 3×3 nya. Ajaib, dalam hitungan detik ke enam bidang rubik telah tersusun dengan sempurna. Tuh, gampang kan pamernya lagi

Merasa tertantang, akhirnya kupinjam rubik nya. Bolak balik, putar kanan putar kiri, tak juga bisa tersusun. Jangan kan untuk menyusun ke enam bidang,  untuk menyelesaikan satu bidang saja lewat 5 menit pun aku belum berhasil. Wah papa IQ nya diragukan nih, ejek Rara sambil tertawa. Kata nya sekolah udah master, maen rubik gituan aja ga bisa, logikanya mana? ejek nya lagi.

Hush..! Mulai kurang ajar ya kamu dek, gemas ku sambil mencium pipinya. Ajarin dong. Gini pa, perhatiin nih. Pertama kita harus menyelesaikan satu bidang dulu. Sambil memutar mutar rubik sesuai arahan nya walhasil satu bidang sudah tuntas. Lha terus yang sudah tersusun koq diacak acak lagi sih dek? tanya ku. Iya emang gitu pa, kalo papa ngga berani merubah nya kita ngga bakalan bisa nyelesaiin ke lima bidang lain nya jelasnya bak guru profesional.

Yup, I got it. Main Rublik laksana perusahaan yang akan menjalankan long term business nya. Ditahap awal quick win harus bisa tercapai, agar motivasi team terangkat. Namun itu bukanlah segalanya . Bila terbuai dalam sukses sesaat maka goal perusahaan yang lebih besar akan sekedar menjadi mimpi belaka.  Perlu ada keberanian untuk merubah sukses kecil yang sudah diraih. Bisa jadi ini akan merubah kemapanan yang telah terbiasa dinikmati oleh seluruh pegawainya.

Untuk meluluh lantakan comport zone tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi top leader. Pergulatan didalam organisasi pasti akan sangat panas karena terlalu banyak kepentingan yang harus dipertimbangkan. Namun satu hal yang wajib dilakukan adalah komunikasi yang jelas dan intens dari leader kepada seluruh karyawan nya mau dibawa kemana perubahan ini. Bila goal yang hendak dicapai dapat disampaikan dengan sangat jelas, rasanya tidak akan ada  yang takut akan perubahan.

So seperti permainan rubik, meski  satu bidang telah tersusun, kita harus rela membongkarnya kembali agar ke enam bidang dapat tersusun dengan sempurna.Bisnis juga begitu.

Beranikah?

Si Uda, Ternyata Master of Marketing..

Pasar Tanah Merah, Narogong, Bekasi.

Seumur umur baru kali ini saya lihat orang rela ngantri hanya untuk beli bumbu dapur. Aneh memang. Hanya karena tertarik pengen tau apa rahasia nya, makanya minggu kemarin, iseng saya nemenin istri belanja dipasar tradisional itu. Dan betul saja, sudah 30 menit berdiri belum juga kami dilayani. ‘Ini belum seberapa Pa’, ujar istri ku. ‘Kalo menjelang lebaran, orang yang ngantri persis orang mau ngantri zakat’. ‘Dari subuh, ibu ibu sudah antri hanya untuk mendapatkan bumbu opor, rendang atau malbi’. ‘Panjang antrian nya pun bisa puluhan meter’, jelas istri ku. Dahsyat.

Lelaki asal Padang Pariaman, yang dipanggil si Uda itu, kulihat sigap sekali membungkusi pesanan bumbu dari para penggemar nya, ibu ibu. Sesekali dia menyeka keringat nya dengan handuk putih yang tergantung dilehernya, namun istimewanya senyum nya selalu mengembang melayani permintaan.

‘ Ayam nya berapa kilo Bu? tanya si uda pada istri ku. 2 kilo da, jawab istri ku. Kampung atau potong? lanjut nya lagi. ‘koq banyak tanya sih Da”, ujar istri ku agak tak sabar. ‘ Bukan gitu bu, takaran bumbu harus pas. Saya ngga mau jual bumbu kalau tidak tau berapa banyak yang akan dimasak. Nanti kalau nggak enak, saya yang di komplein, jawab si uda. Terus kalo ternyata tetep ngga enak gimana da? pancing istriku. Jangan khawatir bu, bawa kesini masakan nya, saya ganti semua termasuk ayam dan bumbu nya, jawab nya dengan yakin. Beli bumbu di tempat saya ada garansi nya Bu lanjut si uda lagi. Yes! ini dia kunci rahasia nya pikir ku. sebelum menjual si uda sudah bertindak sebagai advisor dan garansi dijamin enak,  membuat pembeli nya yakin untuk selalu kembali lagi untuk melakukan repurchase.

Mall Kelapa Gading.

Beberapa operator telekomunikasi yang menawarkan GSM, CDMA dan Akses Broadband sedang ikut pameran. Sales promotion girl nya terlihat sangat good looking. Harum, cantik, tinggi 170 cm, rok pendek, selalu menebar senyum basa basi agar pengunjung tertarik untuk datang ke stand mereka. Sayang nya, yang saya lihat, mereka membagi bagikan leaflet layak nya robot Jepang, tanpa ekspresi. Tidak ada interaksi dengan pengunjung. ’Sudah berapa banyak yang beli hari ini mbak? tanya ku iseng. ‘yang cuma tanya tanya sih banyak pak, tapi kalo yang beli baru 5, jawabnya. ‘Oh, pantes , pikir ku’.

Rubrik pembaca, Media Cetak Nasional.

‘Saya merasa tertipu, ternyata tarif yang ditawarkan di pameran itu ternyata hanya harga promosi, berlaku nya hanya beberapa saat saja, tau gitu kan saya bisa cari provider lain’, tulis seorang bapak di rubrik pembaca. ‘Betul sih, di leaflet nya ada tertulis, tapi siapa yang jeli melihat bahasa promosi dengan bintang kecil diatas nya’? Sewaktu mau transaksi pun, SPG nya tidak pernah bilang tuh kalo itu hanya tarif sesaat. Saya sungguh kecewa, tulis nya lagi.

Lesson learn:

Dari kasus diatas terlihat bahwa pelanggan akan happy berbisnis dengan kita selama ada nya transparansi dari penyedia jasa khususnya berkenaan dengan hal yang sangat sensisitf yaitu tarif . Sedang kedekatan dengan pelanggan melalui interaksi dua arah dan konsultatif sesuai kebutuhan pelanggan serta ada nya jaminan aftersales akan menjadi  kompetitive advantage dari penyedia jasa.

Bagaimana menurut anda?

Restrukturisasi #2

Sekolah sudah berjalan 1 bulan, namun Rara, putri bungsu ku terlihat kurang begitu semangat bila hendak pergi sekolah. Biasanya sejak pagi dia terlihat begitu heboh, bangun pagi, buru buru mandi dan sarapan,  siap untuk berangkat sekolah bersama abang abang nya. Tapi sejak naik ke kelas 2 semua berubah, bila di kelas 1 masuk sekolah jam 7 pagi kini jam masuk sekolah berubah menjadi jam 11 dan pulang pukul 14.00.

‘Males banget aku sekolah Pa’, keluh nya tadi malam, capek banget rasanya. Lho, emang kenapa sih dek?tanya ku. Di kelas aku ngantuk pa, selama inikan kalo siang aku udah bisa leyeh leyeh dikamar sembari baca komik spongebob. Nah, sekarang aku mesti berjuang agar ngga ketiduran dikelas pa, lanjutnya lagi.

Berubah emang sulit, dalam segala hal, semua butuh waktu untuk penyesuaian dengan kondisi dan lingkungan yang baru. Itu mengapa Michael Hammer selalu wanti wanti kepada perusahaan yang ingin melakukan Perubahaan yang sangat fundamental terhadap proses bisnis nya agar  selalu menjaga komunikasi yang intens dilingkungan top manajemen dengan para pekerja.

Semua karyawan harus tersosialisasi dengan baik kenapa Top management melakukan perubahan yang sangat fundamental, apa tujuan serta  harapan nya bagi kemajuan organiasasi dimasa mendatang. Semua harus disampaikan tanpa perlu ada yang ditutup tutupi. Namun sialnya, tidak banyak pimpinan perusahaan yang secara terbuka membicarakan perubahan ini secara gamblang ke semua karyawan. Walhasil, Gosip dan isu akan menjadi menu sarapan pagi yang paling hangat setiap harinya.

Betul, reengineering akan merubah segalanya,termasuk  stuktur organisasi pun yang harus disesuaikan dengan perubahan stragey dan focus bisnis perusahaan kedepan. Efeknya, banyak perusahaan akhirnya mengambil jalan pintas dengan cara melakukan downsizing, pengurangan karyawan secara besar besaran. Itu mengapa diawal perencanaan tidak banyak lingkungan internal yang dilibatkan karena ada ke khawatiran akan terjadi demotivasi karyawan terutama departemen yang kemungkinan akibat reenginerring ini akan terlikuidasi.

Sebelum rencana besar tersebut diimplementasikan disarankan agar membentuk change agent yang dapat mengkomunikasikan rencana perusahaan ke lingkungan karyawan. Pemilihan change agent sendiri bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan. Ini mengingat para change agent yang dipilih harus paham betul goal dari perubahaan ini. Selain itu kemampuan komunikasi yang baik adalah suatu keharusan yang wajib dimiliki. Para Change agent inilah yang diharapkan akan mampu menjembatani antara kepentingan perusahaan juga kepentingan karyawan secara keseluruhan.

Michael Hammer menyebutkan dari beberapa perusahaan yang melakukan reengineering memang akan membuat performance perusahaan akan meningkat secara luarbiasa, namun juga disebutkan tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan. Hal pokok yang menyebabkan kegagalan diantaranya adalah ketidak siapan semua komponen untuk menghadapi perubahan.

Pa, koq melamun sih ! teriak Rara, membuyarkan pikiran ku. Katanya kantor papa sekarang udah pindah, makin jauh dan makin macet. Udah jam segini koq belum berangkat juga, ntar terlambat lho, ingat nya lagi.

Wah, ternyata merubah kebiasan jam berangkat ke kantor aja juga repot ya.. :)

Restrukturisasi

Kemarin sore pintu ruangan ku diketuk, pintu dibuka dan surprise, Ronny sahabat ku semasa di SMA tiba tiba sudah melangkah berdiri dihadanpan ku sambil menjabat tangan ku erat. ‘ sorry nih vik, ngeganggu nggak gue, datang tanpa nelpon dulu’ ujarnya berbasa basi. ‘ Wah justru sebalik nya, surpise banget gue, didatengin ama GM perusahaan Multinasional, jawab ku tulus. ‘ Tumben, ada angin apa nih yang membawa bapak GM bertandang ke kantor ku’? ‘ Gue lagi butek nih, pusing’. ‘wualah, kamu itu Ron, gaji pake dollar aja koq bisa bisa nya pusing’,canda ku. Apalagi kaya sekarang dollar udah mulai naek lagi, makin tajir dong elhu, goda ku lagi.

Nah itu dia masalah nya, kenikmatan itu akan segera berakhir Vik, ujar nya serius. ‘Maksud lho, ente di pecat gitu’?  tanya ku asal. ‘Boleh dibilang begitu’. ‘Ah yang bener, jangan becanda lhu, masa iya master jebolan Aussie mau dibuang percuma ama perusahaan mu’. ‘Beneran’, ujar Ronny semakin serius. Headquater gue di Hongkong bilang mulai bulan depan divisi gue mau di tutup. ‘Sakit hati gue, vik’. Elhu kan tau, Gue kerja disitu sejak divisi itu baru mulai dibangun, belasan tahun gue kerja sampe jadi GM coba, eh pas ngambil keputusan sepenting itu gue ngga dilibatin sama sekali, cerita Ronny terlihat sangat emosi. ‘Bener sih gue bukan pemilik perusahaan, tapi kan gue punya ratusan staff yang jadi tanggung jawab gue’. Gimana aku harus jelasin ke staff ku coba, kalo aku sendiri baru ngerti sekarang, lanjut Ronny lagi.

Koq Divisi lhu sampe di tutup sih Ron, apa udah mulai merugi? tanya ku penasaran. Sebetulnya rugi sih ngga, tapi emang omzet 2 tahun ini mulai menurun. Kompetitor ku udah mulai dumping, banting harga. Apalagi ditambah krisis global seperti sekarang, raw material nya sebagian besar masih impor, beli pake dollar terima duit pake rupiah, rugi kurs gue, lanjutnya lagi. ‘Sayang banget kan Ron, produk elhu kan brand nya udah bagus tuh, koq mau dihapus dari fortopolio? tanya ku lagi. ‘Ngga sampe segitu sih, tapi fabrikasi nya aja yang ditutup, produksinya di sentralisasi ke negeri tetangga, biar lebih efisien kata CEO ku.

Lha terus pasukan mu dikemanain? tanya ku penasaran. Itu dia yang bikin gue nyut nyutan. Sebagian masih bisa ditampung di divisi yang laen, tapi sebagian lagi aku denger kabar mau di lay off. ‘ Gila kan Vik, ada rencana sebesar itu sampe pake acara lay off, aku sama sekali ngga tau. Coba, kalo staff ku nanti pada demo, toh akhirnya aku juga yang harus ngadepin nya, belum lagi kalo sampe dipanggil sama Depnaker toh aku juga nanti yang harus ngejelasin. Mereka yang di Hongkong sana mana mau ambil pusing, mereka pikir cuma dengan pesangon semua orang bisa diem, edan tenan, gusar Ronny. ‘ Masa sih Ron, Headquater mu ujuk ujuk buat keputusan gitu? apa ngga ada woro woro dulu sebelumnya? tanya ku pengen tau. ‘Ada sih, tapi kaya yang ngga serius gitu lho, isue nya cuma samar samar 6 bulan yang lalu. Tapi karena ngga ada pembicaraan yang intens kami pikir itu cuma sekedar kabar burung, eh tau nya jadi beneran. ‘Mati aku!’, ujar Ronny sambil memukul jidat nya yang udah semakin melebar.

Terus apa rencana mu? tanya ku. Belum tau nih Vik, gue sendiri sih dijanjiin akan dipindahin ke divisi lain, tapi kalo ngeliat pengalaman buruk seperti ini, kaya nya aku mau mikir mikir dulu deh. Ngga enak banget rasanya kalo kita ngga dianggep, ujar nya kesal.

Aku denger Kantor mu mau restrukturisasi juga ya? tanya Ronny. Tapi enaklah ya kalian, BUMN kan ngga sekejam di swasta kaya kami. ” Pasti ngga ada lay off kan? dan aku juga yakin pasti boss kalian udah menginformasikan hal ini ke semua pegawai kan dari jauh jauh hari kan? terus aku juga yakin kalo pun ada golden shake hand pun pasti rupiah nya yahud kan? tanya Ronny memberondong.

Aku cuma tersenyum, senyum berjuta arti, andaikan….

Di komplain? kenapa takut..

‘Sebenernya acara ini untuk apa sih pak? tanya Alfrin pemilik 9 restoran terkenal di Jakarta, pada saat berbincang dengan saya diacara customer gathering kemarin siang. ‘Kami pengen dapet feedback pelayanan kami dari para customer, apa adanya,’ jawab ku, agar kami bisa meningkatkan service kami lagi. ‘Masa’ sih pak? tanya nya lagi seolah tak percaya. ‘Beneran koq, ga ada maksud lain jawab ku tegas.  ’Wah hebat bener Telkom ya pak, kan Telkom perusahaan besar tapi koq mau mau nya nyediaan lunch dan sport bersama customer nya cuma untuk ndenger komplain kami. ‘Iya gitu deh, tanpa bapak bagaimana kami bisa besar’ jawab ku tulus.

‘Wah andai RS Omni International juga sehebat Telkom dalam menampung komplain pelanggan, rasanya kasus Prita kemarin tidak perlu terjadi ya pak’? sayang sekali karena emosi yang berlebihan, niat mereka untuk memperbaiki citra malah efek yang didapet justru kebalikan nya. Terus, apa Telkom nggak punya pengalaman di komplain pelanggan lewat media pak? tanya nya sedikit penasaran. “iya ada lah, tapi kami selalu berbesar hati menanggapinya’. ‘Bahkan kami menyediakan customer service 24 jam untuk menampung keluhan pelanggan. Media elektronik seperti email dan web pun siap menerima komplain paling keras sekalipun. Namun tak jarang, ada juga pelanggan yang menulis di surat pembaca di milist internet ataupun di koran terang ku lagi.

‘Terus apa Telkom ngga niat memperkarakan customer yang ngedumel di koran ya pak?’ pancing Alfrin. Aku tertawa. ‘Iya mana mungkinlah, lha wong kami semua gajian dari mereka koq’.  ‘Kalo semua pelanggan dimasukin ke penjara terus siapa yang akan pake telpon ku’, canda ku lagi.

‘Tapi bener lho pak, sekarang kan persaingan di segala bisnis sudah edan edanan. operator telpon aja ada belasan, setiap saat pelanggan bisa beralih, beli stater pack aja sekarang udah di emper, ceban udah bisa dapet, ngga kaya’ dulu lanjut Alfrin. ‘Sewaktu saya sekolah di Amerika dulu, hampir tiap outlet di mall menawarkan money back guarantee. Terkadang kita belanja kan karena impulse buying aja, sesampai dirumah baru nyesel ternyata sebetul nya kita ga butuh butuh amat dengan itu barang. Kalo kejadian nya gitu,  kita tinggal bawa itu barang dengan struk nya tentu dan katakan ‘sorry I change my mind’, yakinlah frontliner nya tanpa terlalu banyak tanya akan mengembalikan uang kita, tanpa dipotong 1 sen pun, cerita Alfrin lagi. Direstoran juga gitu Pak Davik, kalo kita merasa makanan yang kita pesan terlalu asin misalnya, pelayan akan mengganti dengan yang baru tanpa harus bayar yang telanjur dimakan, lanjutnya lagi.

Hak pelanggan memang sangat dihormati dan dihargai ya disana frin? tanya ku. ‘Bener pak, saya kagum sekali’ jawab Alfrin sembari menyeruput capucinno nya. Btw, balik ke kasus Prita pak, ini seandainya bapak jadi dirut nya RS OMNI itu pak, kira kira Pak Davik mau ngambil tindakan apa dengan kondisi saat ini? tanya Alfrin meminta opini ku. ‘Wah nguji nih? canda ku. ‘Beneran pak, saya pengen tau aja’, jawab nya lagi. Kondisi saat ini kan ‘nasi sudah menjadi bubur Frin. Tinggal sekarang mau ngga bubur yang ada sekarnag bisa kita sulap jadi bubur ayam yang mak nyus, jawab ku. Maksud nya? tanya Alfrin tak mengerti. Recovery service kuncinya, jawab ku mantap. Buang jauh semua ego, hapus semua emosi, minta maaf ke Prita. Jadikan dia menjadi pimpinan board of customer, beri fasilitas berobat gratis seumur hidup. Dan yang paling utama tentu adalah jadikan kasus ini menjadi titik balik untuk meningkatkan semangat pelayanan di RS itu jawab ku mantap. Andai saya komisaris nya besok pagi akan saya angkat bapak jadi dirut nya, tawa Alfrin lepas. 

Dari kejauhan sayup sayup terdengar Ari Lasso bersenandung ‘ sentuhlah dia tepat dihati nya, dia kan jadi milik mu selamanya…”

Investasi..

‘ Prinsipnya sederhana aja koq Pak, beli disaat harga rendah, jual diharga tinggi’, jelas Jerry, salah seorang marketer sebuah perusahaan sekuritas yang datang ke kantor ku. Terus, apa pertimbangannya kapan kita beli dan kapan kita jual, tanya ku pada nya. Nah, ini pertanyaan serius pak. Ga bisa dijawab dengan sederhana. Sebelum beli saham di bursa, pelajarin dulu sesehat apa perusahaan tersebut pak, misal nya kita harus baca bagaimana tingkat keuntungan nya, prospek bisnis nya dimasa mendatang, likuiditas keuangan. Balance sheet dan income statement tiap tiap perusahaan harus dipelajari dengan teliti, termasuk corporate action yang akan mereka ambil,pak. Faktor ekonomi makro dan naik turun nya pasar global juga akan menentukan harga saham di pasar sekunder. ‘Wah, repot juga ya’, ujar ku tak juga mengerti. Bisnis jual beli surat berharga emang begitu pak, kompleks. Kecuali kalo bapak emang pengen jadi spekulan. Beli saham gorengan. Sehari bisa naik belasan persen, tapi kalo turun juga akan bikin bapak jantungan.

‘Kapan bapak, akan inject dana nya’? tanya Jerry sebelum keluar dari ruangan ku. ‘Karena ini menyangkut investasi, aku pelajarin dulu deh’, 20 juta kan ga sedikit buat ku. ‘Nih, pak, saya pinjemin buku cara menghitung harga saham, baca ya pak, saran nya sembari pamit meninggalkan aku diruangan. Iseng, ku buka buku yang dipinjamkan itu, ternyata isi nya semua rumus rumus, belum lima menit kututup bukunya, pusing ga ngerti.

Alternativ penghasilan harus mulai dikembangkan selagi belum pensiun. Kalo udah pensiun terus kamu baru mau mulai, terlambat. Bisnis penggemukan sapi, itu sangat profitable, paling sial kita bisa untung 30% dalam setahun, bandingkan dengan deposito paling cuma 10%. ‘Jangan kata daging nya, kotoran nya pun bisa jadi duit, ajak bang Siregar, sahabat ku sewaktu di Medan yang kini sudah punya 50 sapi. ‘Tapi bang, resiko nya kan juga tinggi?’ sanggah ku. ‘bah, kau ini, no pain no gain lah’. ‘Kalo sapi nya mati, gimana’? tanya ku lagi. ‘Kalo mati, jangan kata sapi, napas awak pun bisa diambil tuhan setiap saat’, jawab nya serius. ’Sudah, kau pelajari dulu proposal itu ya, kalo tertarik telpon aku lagi nanti. ‘Aku mau kirim sapi ke medan sekarang, menjelang Idul Adha, harga nya lagi bagus’, ingat jangan terlambat kau berinvestasi, mana cukup nanti uang pensiun mu untuk bayar uang kuliah anak mu nanti’, telpon ditutup. Dalam hati aku berpikir, ‘masa sih aku ga bisa nguliahin anak dari uang pensiun ku’ :(

Di koran beberapa hari yang lalu, aku baca harga sawit sedang hancur hancuran. Turun hampir 70% dari harga normal. Bahkan banyak diantaranya, pengusaha kelapa sawit membiarkan sawit nya tidak dipanen, dibiar kan membusuk bahkan ada yang membakar ladang sawitnya agar harga tidak semakin turun. Padahal sewaktu di Sumatra dulu, banyak sahabat ku yang punya penghasilan sampingan dari berbisnis kelapa sawit. ‘ Jaga jaga untuk penghasilan dimasa tua nanti’, itulah rata rata jawaban mereka ketika ku tanya, kenapa mereka mau berinvestasi ke bidang yang tidak mereka kuasai.

Semua investasi berharapkan keuntungan yang berlimpah namun tentu semua tidak selalu berjalan mulus seperti indah nya angka angka dalam bisnis plan.  Namun ada investasi yang ga pernah rugi, seperti yang disampaikan pak ustadz yang ngasih ceramah kemarin. Dia bilang ‘ sebaik baiknya perniagaan adalah berniaga dengan Allah, dimana setiap kebaikan akan bercabang sepuluh, dimana setiap cabang nya nya akan berbuah tujuh puluh’, artinya kita bisa untung bersih 700 kali lipat, ga pernah rugi’.

Hayo, pilih mana?

Viral Marketing

Flexi ku berdering. ‘Gila lhu Vik, ngirim email ke kantor ku yang enggak enggak aja’, ujar Dudy sahabat ku semasa kuliah dulu. ‘Yang enggak enggak, gimana Dud’, tanya ku tak mengerti. ‘Lha itu, diemail elhu bilang, nelpon sekarang kagak bayar, gratis’. ‘Kan edan banget tuh’. ‘Elhu tau ngga, kalo temen sekantor ku pada nanyain itu semua ke gue’, karena mereka tau, yang ngirim email itu elhu, temen gue.

Aku tersenyum, pancingan ku kena. ‘beneran Dud, nelpon sekarang gratis’, asal elhu pake flexi dan nelpon nya ke sesama flexi juga. ‘Masa elhu ga percaya, ama gue, dud’, ujar ku lagi. ‘Lha, kalo gratisan gitu entar elhu digaji pake apa ama kantor lhu’, tanya Dudy kian penasaran. ‘Ya pake duit dong, masa pake angin’, canda ku. ‘Elhu kekantor gue dong, elhu jelasin deh ama temen temen ku’, lunch gue tunggu ya. Telpon ditutup.

Belum 1 jam, saya udah bediri didepan pintu kantor nya, di bilangan Sudirman. ‘Nih, elhu liat, order yang masuk udah 50 an, semua mau ngebuktiin kalo elhu ga ngibul. Kalo bohong, gue doain perusahaan elhu, besok pagi gulung tikar. Sadis nya, Dud..!

Itulah contoh kedahsyatan viral marketing. Dalam beberapa referensi yang pernah saya baca, key success factor dari viral marketing ini sangat mengandalkan seberapa hebat marketer memiliki social network dalam kehidupan sehari hari nya. Semakin aktif sang marketer nyemplung baik didunia online maupun offline maka semakin besar peluang untuk meraih kesuksesan. Aktif di forum forum community online, blog (good news untuk para blogger) punya poternsi besar untuk menjadi marketer sejati. Bayangkan, belum 1 jam seperti apa yang telah saya lakukan, order sales bisa setara dengan jualan door to door seharian penuh bahkan. Viral seperti halnya virus komputer, akan cepat menyebar keseluruh target market yang akan disasar cukup hanya beberapa saat saja. KSF lain tentunya adalah seberapa menarik program marketing yang akan ditawarkan. semakin different dengan produk lain dipasaran maka respon dari network akan semakin gencar.

Viral marketing offline pun kesuksesan nya sudah tidak terbantahkan pula. Puluhan MLM yang ada di indonesia mengecap sukses dengan pola ini, para downline dan upline bahu membahu masuk kesegala penjuru memburu calon prospek. Begitu bahagia nya para produsen, berbisnis sukses tanpa mengeluarkan biaya promosi. Mereka mengeksploitasi jaringan yang dimiliki para downline untuk mereguk keuntungan. Sementara bonus yang akan diberikan menjadi variabel cost yang tidak akan dikeluarkan bila downline belum bisa mencetak downline baru. Smart bukan? Low cost high impact.

Ditahun tahun mendatang, dengan semakin tinggi nya penetrasi pengguna internet, diperkirakan akan banyak perusahaan yang akan menseriusi viral marketing online maupun offline. Promosi via Televisi yang selama ini gencar dilakukan oleh para produsen akan semakin berkurang, pun seandainya tetap digunakan, hanya sebatas untuk brand awareness saja dengan durasi yang hanya beberapa detik saja. Sementara iklan di media cetak, radio dan billboard bersiap menghadapi hari hari yang suram.

Boleh percaya, boleh tidak.

Tuntutlah ilmu hingga ke Jl Asemka…

Tidak seperti biasanya bila selesai ngikutin kursus, sesampai dirumah selalu saja istri ku berkomentar ‘payah, jaman sekarang, kita udah bayar mahal, jauh jauh datang, eh tetep aja cake black forest yang saya bikin ga seenak yang dibikin ama guru nya. ‘padahal pa’, takaran gula, mentega, terigu, telor, coklat dan assesoris lain nya persis sama dengan takeran yang diajarin, koq ya bisa ga selegit yang diajarin ya pa’? gerutu nya pada ku. “Jangan jangan si Tachi itu masih saja nyimpen jurus istimewa nya yang ga diajarin ke kami, para peserta. ‘Dasar..!, guru koq masih ga ikhlas nyebarin seluruh ilmu ke para murid nya, omel nya setengah su’udhzon.

Tapi kali ini, lain. Begitu pulang dari Asemka untuk ikutan kursus bikin assesoris dari manik manik kristal, istri ku full senyum. Ada rasa bangga dari nada ceritanya, ‘ liat pa, ini hasil kreasi ku sendiri lho, bonsai dari manik manik, cantik kan? ujar nya sembari memamerkan hasil karya nya seharian berguru di pasar Asemka sana. ‘Coba, ini bunga lavender, mawar, dan bros berbentuk capung, cute banget kan?. ‘Baru kali ini saya ikut kursus yang paten, ga nyesel buang waktu seharian’. Guru nya sabar banget tuh ngajarin nya, ga bayar lagi, asal manik manik nya beli dari toko dia.

Emang banyak yang ikutan belajar disana ma ?, tanya ku asal. Bukan cuma rame tapi ruame buanget. ‘Coba pa, siapa yang ga tertarik’, ‘kita cuma beli bahan nya dari toko si tante, nah setelah itu kita diajarin merangkai nya, mau bentuk bunga, bonsai, jepit rambut atau apapunlah, semua dia ajarin’. ‘Terus, kalo kita belum juga mahir, besok besok kita boleh dateng lagi, belajar sampe bisa. ‘Hebat kan pa , ada toko seperti itu? ‘Ya hebat, hebat banget bahkan ma, ujarku sambil manggut manggut.

Strategy marketing yang diajarkan si tante di pasar Asemka sana, bukanlah hal yang lumrah dilakukan oleh para penjual perlengkapan assesoris. Terobosan baru bahkan. Konon kabarnya meski dikelelilingi toko sejenis, namun tetap ibu ibu hanya ngantri di toko si tante saja dan tidak ditoko yang lain. Mengapa? karena ada value yang diberikan. Ibu ibu diajarin cara merangkai dan membuat assesoris hingga mahir. Tidak ada sedikit pun kehwawatiran dari diri si tante akan tersaingi oleh para ibu yang menjadi murid nya. Dan terbukti, para ibu yang belanja di toko si tante, adalah para murid yang sempat ngelmu disana. mereka menjadi customer yang setia di toko si tante. 

Ilmu yang sama, juga saya dapetkan dari mantan Direktur Telkom, bpk Suryatin. Tadi malam beliau sharing tentang bagaimana upaya salah satu operator GSM mengedukasi anak muda agar bisa bikin film sendiri, mulai dari ilmu dasar bagaimana menggunakan handycam ataupun video camera  HP, mengeditnya , dubbing suara, hingga mengupload nya ke situs internet. Semua diajarkan. Upaya ini dilakukan rutin oleh operator GSM tersebut, bertahap hingga ke seluruh Indonesia. Apa tujuan nya? jelas, selain agar anak muda Indonesia jadi kian kreatif dalam mengaktualisasikan diri, juga dan sudah barang tentu produk broadband dari operator tsb akan menancap dibenak para peserta. Ujung ujung nya tentu usage broadband dari operator tersebut kedepan akan boom, meningkat pesat. Smart kan?

Dipojok ruangan, tergantung Kontrak manajemen saya, semua masih berwarna merah untuk item sales seluruh sejenis produk. Kiranya besok pagi, saya pun juga harus belajar dari si tante di pasar Asemka sana…  

 

Bekali staf mu dengan sejuta warna..

Kemarin saya sempat masuk keruang kerja sahabat saya, Agus. Disana kebetulan sedang ada presentasi dari Viana, fresh graduate yang baru direkrut 1 bulan yang lalu. Informal, namun tidak mengurangi keseriusan ‘sang coacher’ dalam menguliti setiap slide yang dipaparkan. ‘ Presentasi mu bagus tapi hambar’, ujar Mr Agus memulai komentarnya. ‘Koq hambar sih pak’? desis Viana nyaris tanpa suara. ‘Iya, emang hambar, ga ada greget, terlalu datar untuk seorang S2 marketing’, lanjut Agus sejutek Simon american idol bila ngasih komentar. Seharus nya bila presentasi ingin didengar orang, upayakan disetiap slide harus ada bom bom kecil, harus ada kejutan, sesuatu yang menarik untuk disimak. dan hingga slide ke 7 saya belum lihat itu, kritik Agus kian tajam. Lalu dibahasan materi, ga ada ide gila yang keluar, terlalu text book, lanjut Agus lagi.

Saya yang berada diruangan itu, hanya tersenyum simpul. Saya ingat 15 tahun yang lalu manakala penempatan pertama di Surabaya. Sungguh beruntung saya, seberuntung Viana yang digojlok habis Agus, sang kandidat doctor. Saya banyak sekali belajar dari atasana saya. Bagaimana dengan sabarnya KR selaku Kadivre mendengar bualan konsep one number for all complaint yang saya paparkan dengan slide transparan OHP yang belepotan warna, dan begitu selesai tanya jawab, beliau langsung menyalami sambil menepuk bahu saya dengan berkomentar singkat ‘ konsep mu luarbiasa, mari kita mainkan”. Hati ini langsung berbunga bunga. Apresiasi dari atasan adalah hal yang selalu ditunggu oleh seluruh staf.

Dari Cak Mun, Kabid saya di Optekyan, saya belajar, bagaimana seorang atasan memperlakukan saya, seorang staf kemarin sore layak nya seorang sahabat, tidak ada batas. Bahkan sering kali selepas jam kantor, kami ngopi bersama sambil mendengarkan siulan lagu ‘pelangi di mata mu’, favorite nya.

“Kamu harus bisa memutuskan, karena kamu mewakili saya dalam rapat itu”, nasehat pak Dibyo, Kabid saya sewaktu di bidang bangus. ‘Jadi meskipun kamu seorang staf, tapi kamu harus berpikir dan bertindak persis seperti kabid bila menghadiri rapat mewakili saya,’ lanjut nya lagi. ‘Ga perlu takut atau sungkan, meskipun karpeg mu masih berwarna kuning’, ujar nya memotivasi.

Lain lagi dengan pak syamsul, GM saya sewaktu di Sumbar. Beliau selalu menyalami dan selalu mengatakan ‘gimana kabar anak anak bang ? manakala bertemu’, semua disampaikan dengan tulus. Sebuah perhatian yang sangat patut saya kenang.

“Saya tau kamu sudah berusaha, tapi cobalah cari jalan lain agar target bisa tercapai,  gimana kalo besok kita coba cara bla bla bla, Solusi!. Yes.., Pak Eda, selalu memberikan alternatif solusi manakala kami tidak bisa memenuhi apa yang diharapkan.

Dan sore ini, manakala Mr Agus membekali Viana fresh graduate yang tengah mempresentasikan hasil kerja nya sebulan, kenangan lama itu muncul kembali. Bila ingin membuka diri, sesungguhnya banyak hal yang bisa kita pelajari dari siapapun, ‘Alam takambang jadi guru’, kata orang Minang. Jadi benarlah sudah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin, karena pola pikir, tutur kata, tingkah laku  nya akan banyak ditiru oleh seluruh staf nya. Dan bagi karyawan yang baru, apa yang dilihat dari atasan nya diawal awal tahun dia bekerja, akan terus melekat dalam ingatan nya, dan dibawah alam sadar akan terus menstimulir pikiran nya bahwa suatu saat bila jadi pemimpin dia pun akan melakukan seperti apa yang ia lihat dari panutan nya.

Saya ingat komentar dari seorang sahabat ‘D’, dalam tulisan saya ‘durhaka’, bahwa anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua nya, sedang staf akan banyak meniru gaya atasan yang jadi panutan nya. hmm…

entah benar, entah salah,….?