Category Archives: Religi

Jejak Beribu Cinta #03

Ijinkan aku mengatupkan mata ku sejenak, sebentar saja. Dan biarkan ku merasakan angin dingin berhembus menembus relung hati ku, yang paling dalam. Jangan ganggu, biarkan saja airmata ku terus mengalir, tanda penyesalan yang paling tulus selama hidup ku. Di Hijir Ismail, cinta itu tumbuh. Di Hijir Ismail ini telah terbaring wanita perkasa, yang kasih nya tak pernah padam. Maka biarkan aku pun ber syahadat kembali.(Ashar, 11 april 2011)

Selamat tinggal Negeri Para Nabi. Berurai air mata terasa perih menikam dalam hingga ke hati. Iya, Hari ini aku kembali. Tapi besok Insya Allah aku akan kemari lagi. Terus dan terus menyusuri jejak nabi. Namun andai langkah ku terhenti, tak mengapa. Namun ijinkan aku bersyukur , akan nikmat nya ini hari… (Thawaf Wada’ 12 April 2011)

Jejak Beribu Cinta #02

Ya Habibie, Ya Rasulullah, langkah ini beratlah sudah, karena harus berpisah dengan Mu. Pintu rumah Mu yang telah ku ketuk, jangan pernah terkunci lagi. Karena ku ingin datang dan datang lagi, menjumpai Mu, Sang Kekasih (Raudha, 9 April 2011)

Saksikan, bahwa beribu jalan terbentang di dunia Mu. Pastikan, telah ku pilih jalan Mu. Yang ku tau itu mungkin tak mudah, bisa jadi membuat kaki ku terluka. Namun jihad adalah perintah Mu, agar dapat bersatu dengan Mu. Maka saksikan ku lafadz kan Labaik Allahuma labaik.. (Bier Ali)

Telah ku ketuk pintu rumah Mu, maka buka lah. Tak ada yang ku bawa, maka maafkan lah. Ku berdiri mematung, takjub ku. Lidah ku mendadak keluh di Multadzam Mu. Air mata tumpah, kenang ku. Berjuta dosa, khilaf ku. Maka ampuni aku, wahai Rabb ku. (Multadzam, Dzuhur, 11 April 2011)

Jejak Beribu Cinta #01

Kalau bukan karena rindu ku, Kalau bukan karena cinta ku. Manalah mungkin, ribuan mile aku mencari mu. Maka alangkah malang nya diri ini, Bila kau tak sambut salam ku pada Mu Ya Rabb. ( Nabawi, 7 April 2011)

Ku bersimpuh diantara rumah Mu dan mimbar Mu. Mencari jejak Mu duhai kekasih. Diantara wewangian Taman Surga Mu, ku berharap cinta ini tak kan pernah pupus. Walau hingga ku berjumpa dengan Mu, dalam buaian syafa’at Mu  ( Raudha, Subuh, 8 April 2011)

Jarak Mu hanya sedepa dari ku. Namun bagi ku itu masih terlalu jauh. Ku ingin Engkau ada dalam hati ku, agar selalu dapat bersama dalam setiap tarikan nafasku. Kekasih, begitu merindu diri ku pada Mu,  air mata ini jatuh satu satu. (Raudha, Magrib, 8 April 2011)

Sebuah Peringatan..

“Sekarang sudah ngga kerja di Semarang ya pak?’, tanya Imam masjid tak jauh dari rumah kos ku, sewaktu kami berjalan berdampingan sehabis Subuh tadi. ‘Masih koq pak ustadz’, jawab ku. ‘ooh, saya pikir udah pindah’ jawab pak ustadz enteng. ‘Emang kenapa pak ustadz?’, balik saya bertanya. ‘ Habis akhir akhir ini saya jarang liat bapak Subuh an di masjid. Selama ini kan saya sering liat bapak selalu di shaf pertama, tapi hampir sebulan ini saya ga pernah liat bapak lagi, maka nya saya pikir bapak udah pindah.  ‘Deg ! sumpah aku kaget. kaget karena ternyata ada orang lain yang memperhatikan ku.

Mulut diciptakan Tuhan bukan hanya untuk makan, bukan hanya untuk bicara apalagi bergunjing,  tapi mulut diciptakan sesungguhnya agar kita lebih banyak menyebut nyebut nama Nya, menyampaikan syiar meski hanya satu ayat. Tapi sejujurnya berat banget, jangan kan mengingatkan orang lain, mengingatkan diri sendiri pun terlalu sering kita alpha.

Kaki pun diciptakan Tuhan bukan hanya untuk berjalan, tapi lebih dari itu kaki diciptakan agar kita berani melangkah dijalan Allah, jihad. Namun terkadang bahkan sering jangankan untuk berjihad, melangkah ke mesjid yang hanya beberapa ratus meter saja dari tempat kos, kaki ini sulit sekali untuk dilangkah kan.  Sesungguh nya ya Rabb, ku akui, aku telah mendzalimi diri ku sendiri.

Beruntung, sungguh aku merasa beruntung sudah bertemu pak ustadz pagi tadi, Allah  mengingatkan ku dengan cara nya sendiri. Sungguh senang punya banyak saudara. Saudara seiman. Saudara yang selalu mengingatkan dikala kita lupa, yang selalu mengingatkan kita agar rasa sabar dan ikhlas  jangan sampai terkikis habis, meski dalam kondisi sesulit apapun.

Terima kasih Tuhan…

FB #01

Status di FB yang kutulis disuatu malam;

‘ Kenapa harus bersedih menatap pantulan wajah dicermin yang retak? bukankah kita memang bukan siapa siapa. Keagungan hanya lah milik Mu, jadi sekah lah airmata’.

Tidak terlalu sulit menulis status seperti itu, bila memang saat itu kondisi kita merasa tidak memiliki apa apa, semua serba sulit. Namun bila sebaliknya disaat keberhasilan datang, harta berlimpah, keluarga yang mempesona,  masih bisa kah aku menulis kata kata ‘ Keagungan hanya lah milik Mu semata’?

Mungkin bisa, tapi mungkin juga tidak. Maka aku memohon pada Mu ya Rabbi agar dalam keadaan seperti apapun aku,  ridhoi lah aku agar aku selalu ingat pada Mu. Bahwa Engkau lah pemilik apa apa yang ada di langit dan apa apa yang ada dibumi.

Maka ampuni aku ya Allah, hamba Mu yang congkak ini, padahal membuat sebutir debu pun aku tak mampu, apalagi membuat segenggam tanah. Maka Nikmat Mu manalagi kah yang aku dustakan?

Shaum ku untuk Mu..

‘Mang akung, mang..!’ teriak Rara dari dapur mengagetkan seisi rumah. ‘ Ini bulan puasa, kalo mau minum es jeruk jangan dilihat orang dong’, lanjut nya lagi. Dosa tau ! umpatnya lagi. ‘ Si emang mah ga kuat neng, di loteng mah panas pisan neng, sumpah, jadi emang batal puasa nya’, ujar si Mang Akung, tukang yang sedang betulin plafon rumah ku dengan logat sunda nya yang kental.  ‘Batal puasa sih urusan emang, tapi kalo es jeruk yang dingin itu kan bisa menggoda ku juga mang, balas Rara lagi. ‘Harus nya emang menghormati aku yang sedang puasa nih, bukan malah pamer nyeruput minuman kesukaan ku itu’. Udah tua koq ngga puasa sih mang, masa kalah sama aku yang baru 7 tahun, omel Rara lagi. ‘Punten atuh Neng kalo kitu mah’, mohon si Mang Akung yang cuma bisa tersenyum menyadari kesalahan nya.

Ramadhan memang bulan istimewa, bahkan ada satu malam dimana nilai ibadahnya bagai seribu bulan. Itu mengapa semua muslimin menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Semua ingin menjalankan ibadah Shaum Ramadhan nya dengan penuh ke khusyu an. Tidak ingin terganggu oleh apa pun dan oleh siapa pun. Mungkin itu alasan kenapa beberapa organisasi sedemikian galak nya untuk menghancurkan tempat tempat yang ditengarai dapat meruntuhkan iman, entah itu tempat hiburan malam, warung remang remang, lokasisasi, bahkan tempat olah raga billyard. Semua harus dienyahkan selama Ramadhan. Di pinggir pinggir jalanpun tak jarang terlihat spanduk besar bertuliskan ‘ Hormati lah orang yang sedang berpuasa’ dengan huruf capital berwarna merah.

Sesungguhnya, apa iya sih kita butuh penghormatan orang lain pada saat kita  sedang berpuasa? koq rasanya tidak. Shaum hanya lah urusan kita dengan Allah. Biarlah Allah yang akan menilai apakah nanti kita patut untuk mendapatkan penghargaan dari Nya atau kah tidak. Penghormatan dari sesama makhluk tak sedikitpun ada manfaat nya. Itu tak kan pernah bisa menaikan derajat kita meski hanya setitik pun. Andai kita masih membutuhkan itu, maka sesungguhnya untuk siapa kita ber shaum, Allah atau manusia yang dengan dia kita minta penghormatan itu?

Semoga di sepertiga akhir Ramadhan ini, Allah telah mengampuni segala khilaf dan dosa kita, membebaskan kita kelak dari api neraka serta mempertemukan kita bersama orang orang yang di Ridhoi Nya di surga. Amien ya Rabb..

Marhaban ya Ramadhan

‘ Wah asyik nih pa, besok lusa kita udah mulai shaum Ramadhan”, ujar Farras pagi tadi sembari sarapan. “Koq asyik sih dek?” pancing ku. ‘Lha iya lah pa, kan setiap muslim harus bergembira kalo bisa bertemu ramadhan’, lanjut nya lagi bak ustadz kawakan. Kata siapa itu dek? tanya ku lagi. ‘Iya dari guru ngaji ku lah pa’. ‘Hebat kamu dek, gak sia sia jadi siswa Al Azhar, puji ku tulus. Farras, anak pak haji gitu lho, tawanya sambil menepuk dada.

‘ Oh iya Pa, tahun lalu papa buka puasa dirumah cuma 6 kali lho, tahun ini harus lebih banyak pa. Kalo ngga, ntar papa termasuk orang merugi lho, karena tidak bisa lebih baik dari ramadhan yang lalu, itu yang ngomong pak ustadz jenggotan lho pa”, celotehnya lagi. Aku tersenyum.

‘Terus apa yang paling kami suka kalo bertemu dengan Ramadhan dek’? pancing ku. ‘Iya banyak pa’, jawab nya asal. misalnya? tanya ku lagi. Kalo Ramadhan sekolah banyak libur nya, itu yang paling aku suka. Terus,  karena libur sekolah, aku bisa nge Net setiap saat. Terus, mama lebih kreatif nyiapin menu buka puasa. Terus, sebulan penuh kita bisa makan sahur bersama. Terus, menjelang lebaran aku bisa dapet baju dan sepatu baru. Terus, kalo puasa tamat, papa kan biasa nya ngasih THR, lanjutnya lagi sambil melirik ku penuh harap.

‘Lha terus tarawih, iktikaf, dzikir dan ngaji nya gimana dek’? ‘Nah itu dia masalah nya pa’, aku kan ngga kuat duduk berlama lama di mesjid terus aku itu kan ngantuk’an pa. Masa pak ustadz nya ngasih ceramah, aku nya ngorok, kan bisa ngeganggu orang lain pa. Bulan puasa ngeganggu orang lain kan dosa nya besar pa, maka nya aku pilih sholat nya di rumah aja ya pa, ujar nya beralasan.

Iya,  Ramadhan akan segera menjelang. Semua muslim menyambutnya penuh keriangan. Alangkah senang nya diberi kesempatan lagi oleh Allah untuk berbenah dan bermuhasabah, sebelum maut datang menjemput. Gembiranya hati ini dimana berjumpa lagi dengan bulan dimana Allah akan membuka pintu rakhmat, dan menjanjikan ampunan bagi hamba hamba nya yang bermohon. Alangkah beruntung nya kita yang masih diberi kesempatan.

Tak ada manusia yang sempurna, iman pun bagai gelombang terkadang pasang terkadang surut. Sebelas bulan dari Ramadhan yang lalu, banyak janji yang tak bisa sepenuh nya ditepati, sungguh sedih kenapa wanginya duniawi yang selalu diikuti. Rabb, ampuni aku yang lalai dan tengah merugi. Izinkan aku berlindung dalam jubah keagungan mu, janganlah engkau palingkan wajah Mu dari ku, meski aku tau tak sebesar debu pun arti diri ini dihadapan Mu.

‘Selamat menunaikan ibadah Ramadhan, mohon maaf lahir bathin”

Bersaksi..

Jum’at, 14 Dzulhijah, Masjid Cut Meutia, Jakpus.

Jum’at an kali ini sangat istimewa, sangat berkesan bahkan, karena tadi bisa menjadi saksi seorang wanita yang menyatakan diri menjadi seorang muslimah. Prosesi berjalan lancar dipimpin langsung imam Masjid Cut Meutia. Menjadi istimewa bagi saya, karena buat saya ini pun jadi pendewasaan keimanan saya. Maria Magdalena, nama mualaf itu kini menjadi Nabila Magdalena. Perjuangan nya untuk menjadi muslimah penuh liku liku. Pada saat dia mengutarakan keinginan nya untuk berpindah agama, semua keluarga besar  menentang nya  habis habisan. Bahkan abang nya sendiri pun berkeinginan untuk membunuhnya. Maria yang telah berketetapan hati untuk menjadi muslimah memilih melarikan diri dari rumah. Sudah seminggu ini dia sembunyi dari satu tempat ke tempat yang lain, hingga akhirnya tadi malam ditampung di rumah  ’Pak Haji’ di jl Cendana, Menteng. Itu yang diceritakan imam masjid sewaktu mengenalkan Maria kepada jamaah Sholat Jum’at tadi.

Bila hidayah Allah telah datang, tak ada satu pun yang mampu menghalanginya lagi. ‘Saya ikhlaskan nyawa saya, bila memang abang saya akan membunuh saya, jawab Maria dengan penuh keyakinan sewaktu ditanya sang imam, apakah siap bila harus mengorbankan nyawa demi tetap memilih Islam sebagai keyakinan nya. Sungguh luar biasa. Peristiwa ini mengingatkan kita akan perjuangan Masyitho yang memilih direbus hidup hidup oleh Fir’aun bersama dengan anak anak nya demi mempertahankan keimanan nya.

Ketika Maria mengucapkan dua kalimah syahadat terasa sangat hikmat yang dibimbing oleh imam masjid, Saya yang duduk persis dibelakang nya pun tak kuasa menahan airmata. Sungguh, sudah lama sekali rasanya saya tidak menangis manakala dengan segala keikhlasan  melafalkan dua kalimah syahadat ’Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah’ . Tidak juga pada sholat ku. Ku acuhkan orang disebelahku yang melirik disaat aku  menghapus airmata ku. Aku tadi juga merasa seperti Maria, menangis didepan mimbar, menghiba ampunan dan menghamba hanya pada Allah.

Sungguh beruntung rasanya kita ditakdirkan memiliki orang tua yang beragama Islam. Sehingga kita tidak perlu seperti Maria, yang harus berpindah pindah tempat demi ingin menjadi muslimah. Namun karena islam yang kita peroleh adalah ‘islam warisan’, sering kali membuat kita terlena, dan bahkan sangat jarang kita bersyukur. Itu mengapa, saya meneteskan airmata tadi karena ternyata untuk menjadi muslim pun banyak orang yang mengorbankan segala yang dimiliki, tersingkirkan dari keluarga, diancam, bahkan jiwa menjadi taruhan.

Sungguh beruntung saya hari ini, menjadi seorang saksi.

Tips kecil Disaat berhaji(06)

Kembali Ke Mekkah;

Setelah selesai menjalankan ibadah di Arafah dan Mina, kini anda bersiap siap untuk kembali lagi ke Mekkah untuk menjalankan tawaf ifadhah, sai dan tahalul. Bila ingin mencari buah tangan, dihari terakhir biasanya para pedagang mengobral barang dagangan nya. Peci, Tasbih, Sorban, abaya, sajadah, digelar sepanjang jalan, didepan makhtab. Beli lah secukupnya saja, karena dibandara, koper anda tidak boleh melebihi 25Kg.

Bila tidak terlaluh letih, sebaiknya sesampainya di makhtab, bersegeralah menuntaskan rukun haji dengan menjalankan tawaf ifadhah, sai dan tahalul. Karena setelah tuntas menjalankan nya maka selesai sudah rangkaian ibadah haji anda. Semua larangan haji kini telah dihalalkan kembali, termasuk berhubungan intim dengan istri/suami. Tapi masa’ sempet seh :)

Karena tidak ada bus yang akan membawa anda ke masjidil haram, maka naiklah colt omprengan 2 Riyal an, namun bila tidak terlalu jauh bisa saja berjalan kaki bersama rombongan. Alangkah gembiranya hati ini, letih tak terasa, karena Ridho Allah telah tercurah.

Tawaf  Wada:

Ini adalah hari terakhir anda di Mekkah. setelah 1 bulan lamanya beribadah tak henti henti nya dimasjidil Haram. Berat rasa dihati untuk meninggalkannya, Air mata tumpah ruah. Hati ini serasa teramat piluh, membayangkan masih adakah kesempatan lagi  untuk kembali kemari, ke baitullah. Langkah demi langkah di saat tawaf wada, nikmatilah. Janganlah tergesa gesa, karena setelah ini anda akan kembali ke makhtab untuk segera berangkat ke madinah.

Bila anda berkeingian untuk mencium hajar aswad, inilah kesempatan yang terbaik. Bagi gelombang kedua biasanya pelataran ka’bah sudah mulai sedikit lengang karena sebagian jamaah sudah ada yang pulang ke negeri nya masing masing ataupun sudah ada yang sudah mulai bergerak ke Madinnah. Berdoalah sebelum nya, memohon pada yang maha empunya Hajar aswad, Allah swt ,agar diijinkan mencium batu dari surga seperti hal nya yang dilakukan oleh Rasulullah. Kuatkan tekad anda, tidak usah terpengaruh dengan tawaran jockey hajar aswad yang umumnya berasal dari Indonesia itu. Insya Allah kesempatan itu ada untuk anda.

Madinnah:

Sehari sebelum berangkat ke Madinnah, koper sudah harus di packing rapih dan diletakkan didepan pintu kamar. Porter yang akan mengangkut dan menyusun nya dibagasi bus. Perjalanan ke Madinnah akan ditempuh sekitar 6 jam, biasanya disepanjang perjalanan jamaah tak banyak yang bercakap cakap. Semua sedang merasa ada sesuatu yang hilang dihati nya karena harus berpisah dengan Baitullah. Tak jarang banyak jamaah yang menitikkan airmata manakala perlahan bus meninggalkan kota Mekkah.

Madinnah, kota yang indah, dengan tatakota yang lebih rapih dibandingkan dengan Mekkah. Dari kejauhan kita dapat melihat menara menara masjid Nabawi yang sangat indah. Bila bus telah tiba dan semua koper anda telah dimasukan ke kamar, bersiap siaplah untuk memulai sholat arbain, sholat wajib berjamaah sebanyak 40 waktu di Nabawi. Berbeda dengan Masjidil Haram, pintu masuk bagi jamaah perempuan dan laki laki dipisahkan. Upayakanlah agar anda berkesempatan untuk sholat sunnat di Raudhah, tempat yang mustajab untuk berdoa. ‘Antara rumah ku dan mimbar ku (raudhah)adalah taman surga’, sabda Rasulullah.  

Letak raudhah dapat terlihat dengan jelas dari perbedaan warna karpet nya yang berwarna kehijau hijauan, sementara karpet lain nya berwarna merah. Dibawah kubah hijau, disitulah Rasulullah dimakamkan bersama ke dua sahabatnya, Abu Bakar as siddiq dan Umar bin Khatab. Ucapkanlah salam dan salawat pada nya. Bagi jamaah laki laki dapat dengan jelas melihat makam rasulullah manakala hendak keluar dari pintu masjid, namun tidak bagi perempuan yang memang tidak diperbolehkan untuk melintasi area tersebut.

Untuk dapat sholat di Raudhah, kita butuh kesabaran karena semua jamaah ingin melakukan hal yang sama. Berdoalah pada Allah agar diberi kesempatan untuk sholat di taman surga. Bila kesempatan itu ada, jangan pula kita egois, cukuplah sholat sunnat 2 rakaat dan berdoa lah secukupnya. Berilah kesempatan pada jamaah yang lain agar merekapun dapat berkesempatan sholat disana. Bagi jamaah perempuan disediakan waktu khusus untuk dapat sholat di raudhah, biasanya setelah waktu dhuha dan menjelang Ashar. 

Ziarah selama di Madinnah:

Setelah hari kedua, jamaah akan dibawa berziarah diseputaran kota madinnah. Tujuan pertama adalah Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah tidak terlalu jauh dari Nabawi, hanya sekitar 30 menit perjalanan dengan bus. ’Ber wudhu lah di makhtab sebelum berangkat kesana, dan lakukanlah sholat sunnat 2 rakaat, Insya allah nilai ibadahnya sebesar ibadah umrah’. Didepan masjid Quba adalah mini market kurma. Beli dan cicipilah kurma segar yang mungkin baru pertama kali anda lihat, rasanya manis dan sedikit kelat, enak sekali.

Di masid Quba anda tidak lama berhenti, paling sekitar 30 menit saja. setelah itu anda akan diajak pergi ke kebun kurma. Rupa rupa kurma yang ditawarkan, namun yang menjadi andalan adalah kurma nabi, ajwa. Harga nya memang lebih mahal dibandingkan dengan jenis kurma yang lain, sekitar 70 riyal per kilo nya. Rasakan juga buah tiin (tercantum dalam surrat At Tiin) yang dapat anda nikmati sambil melihat lihat kebun kurma yang berada dibelakang toko tersebut. 

Setelah itu, anda akan dibawa ke mesjid qiblathain (mesjid dengan 2 kiblat), melintasi mesjid Khandaq hingga berhenti di sekitar gunung Uhud. Tidak perlu untukmenghabiskan waktu untuk berphoto photo disana, namun ingatlah akan kisah perang Uhud. Bagaimana sakit dan beratnya perjuangan Rasulullah beserta sahabat manakala dikejar kejar oleh kaum kafir di sepanjang gunung Uhud. Bayangkan juga bagaimana para pemanah yang seharus nya tetap berada dibukit, namun akhirnya tidak mematuhi perintah rasulullah agar tidak turun dari posisinya apapun yang terjadi, namun dilanggar karena ingin merebut harta pampasan perang yang berujung dengan kekalahan yang sangat menyakitkan bagi kaum muslimin. Bayangkan juga bagaiman kejinya Hindun melumat jantung paman Rasulullah, Hamzah, karena dendam yang membara dihatinya. Di Uhud banyak hikmah yang terkandung. Sekali saja pasukan nabi melanggar perintahnya, namun berakibat kekalahan besar yang diderita, bahkan Rasulullah pun patah gigi nya karena diserang kaum kafir.

Di Uhud, tak pantas rasanya kita bersuka ria. Karena sepanjang perjalanan hidup kita entah sudah berapa sering kita melanggar perintah Rasululullah. Tak pantas pula kita untuk tertawa, karena di Uhud berapa banyak syuhada yang terkapar karena ingin membela kebesaran Islam. Renungkanlah duhai saudara ku. 

Kembali ke Tanah Air:

Setelah 8 hari di Madinnah, anda akan bersiap siap untuk kembali ke tanah air. Sehari menjelang kepulangan anda harus mem packing semua barang bawaan. Ingat, koper yang boleh dibawa hanya koper resmi yang telah dibagikan. Jangan menambah koper lain, kecuali anda akan mengirimkan nya via pos atau jasa pengiriman lain nya. Namun dari beberapa pengalaman, koper tambahan akan tiba setelah anda sampai ditanah air lebih dari 2 minggu.

Belilah oleh oleh secukupnya saja, tidak usah berlebihan. Karena yang terpenting oleh oleh sepulang haji adalah kini kita telah menjadi ‘manusia yang baru’, yang bersemangat menyebarkan syiar agama dengan cara dan media apa pun. Semoga Mabrur haji mu, duhai saudara ku. Tamat.

Tips Kecil Disaat Berhaji(05)

Mabit di Muzdhalifah:

Airmata telah tumpah, rekaman dosa dan khilaf bagaikan film lama yang diputar ulang. Terlihat dengan sangat jelas. Menangislah sepuasnya, karena di Arafah kita tengah berhitung betapa banyak dosa yang kita bawa. Kita tak membawa apa apa selain kekhilafan. Dan disaat wukuf, yang utama kita minta adalah ampunan dan  ridho Allah semata.

Manakala matahari tenggelam, berakhir pula waktu wukuf. Jamaah akan segera bergerak ke Muzdhalifah, bus akan menjemput anda diluar pagar tenda. Bila telah tiba di muzdhalifah, anda akan melihat miniatur padang mahsyar. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya manusia yang berpakaian ihram putih putih, siapapun. Nikmatilah indah nya langit, dengan jutaan bintang berkelip, terlihat jelas bahwa kita bukanlah siapa siapa, tak setitik debu pun artinya dihadapan Allah. Jutaan ummat semua berkumpul disini, bermalam (mabit). Manfaatkan waktu selama di muzdhalifah untuk istirahat setelah mengumpulkan 70 batu kecil untuk digunakan melempar jamarat selama di Mina. Karena besok pagi, anda akan melempar Jumrah Aqabah.

Mina:

Tenda di Mina terasa lebih nyaman karena selain lebih besar juga dilengkapi dengan AC. Biasanya hampir sebagian besar jamaah disaat shubuh semua telah tiba di Mina. IStirahatlah sejenak. Minuman hangat berlimpah ruah di dapur umum, semua disediakan untuk anda, duhai tamu Allah. Waktu yang paling afdol melempar jumrah pada 10 dzulhijah adalah disaat Dhuha. Disaat jam jam tersebut, menyemut manusia berebutan untuk melempar jumrah aqabah. Namun jangan paksakan diri anda untuk melempar disaat waktu afdol tersebut. Keselamatan anda justru hal yang utama untuk diperhatikan.

Pada saat melempar jumrah, upayakan bergerak dalam rombongan KBIH anda. Bila di kelompok anda ada jamaah yang sudah sepuh, yakinkan bahwa ada yang mengawal dan menggandeng nya agar tidak lepas dari rombongan. Setelah lepas jam 14.00, biasanya suasana sudah mulai agak lengang, dan inilah waktu anda bergerak dari tenda menuju jamarat. Tidak usah terburu buru pada saat melempar. Bila telah berada ditepi jamarat, ambillah satu demi satu batu untuk dilemparkan ke Aqabah sambil berucap Bismillahi Allahu akbar. Lemparlah sifat sifat syetan yang ada dalam diri kita sendiri. Usirlah dia agar tak pernah kembali ada didalam diri.

Setelah tujuh batu terlempar, bertahalul lah anda. Diseputaran jamarat banyak yang menawarkan jasa gunting rambut. Bila Ingin mencukur gundul, yakinkan bahwa silet yang digunakan benar benar baru, untuk mencegah hal hal yang tidak kita inginkan. Biaya cukur gundul bila pakai silet baru 10 riyal. Alangkah indah nya, setiap helai rambut anda akan bersaksi di hari perhitungan kelak duhai tamu Allah.

Hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijah)

Dihari tasyrik, para jamaah akan melempar jumrah kembali. Dimulai dari jamarat  Ulla, Wustha dan Aqabah. Masing masing jamarat akan dilempar dengan 7 batu kecil yang telah kita siapkan sejak dari muzdhalifah. Waktu afdol disaat setelah Dzuhur dan itu mengapa jamarat akan dipenuhi oleh para jamaah. Biasanya jamaah diatur waktu untuk melempar, jamaah Indonesia seringkali dijadwalkan melempar dimalam hari. Untuk hal yang satu ini, rasanya kita bolehlah sedikit bandel, karena biasanya diwaktu Ashar pun jamarat sudah mulai terasa lengang.

Selama di Arafah dan Mina, rasa persaudaraan sesama jamaah akan terasa sangat kental. Semua saling memperhatikan dan peduli pada sesama. Andai semangat ini bisa terbawa hingga pulang ke Indonesia, alangkah indahnya. Bila tidak ada hal yang sangat mendesak, sebaiknya jamaah melakukan Nafar tsani dengan menuntaskan melempar jumrah sepanjang hari tasyrik. Bila kondisi tidak memungkinkan untuk pulang ke Mekkah untuk langsung Tawaf Ifadhah /tawaf rukun setelah melontar jumrah aqabah, tawaf Ifadhah dapat dilakukan setelah kegiatan melontar telah usai/ sekembali dari Mina. (bersambung)